kang saidPurwokerto, LiputanIslam.com — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj meminta jamaah Nahdliyin tidak melakukan diskriminasi terhadap kaum minoritas. Contoh paling populer di antaranya adalah kelompok Ahmadiyyah dan Syiah.

“Saya tahu Ahmadiyyah sesat, tapi kita harus melindungi mereka tetap hidup di Indonesia. Jangan diskriminasi dengan kaum minoritas,” kata pria yang akrab disapa Kang Said saat di Purwokerto, Ahad (27/4). Kang Said hadir di Purwokerto untuk melantik pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Banyumas.

Pelantikan pengurus periode 2014-2018 itu dilakukan di kantor sekretariat FKUB Banyumas, di Jalan A Yani, Purwokerto. Selanjutnya, Kang Said berpesan agar ISNU khususnya lebih berperan dan memiliki kiprah riil dalam pengembangan masyarakat. Apalagi, lanjut Kang Said, pengurus ISNU memiliki talar pendidikan dan disiplin ilmu beragam yang menunjang.

“Yang paing dekat, bagaimana ISNU mengambil peran pemberdayaan di Lembaga Pendidikan NU, mulai dari Maarif, dan sebagainya. SDM lembaga pendidikan kita selama ini masih terbilang tertinggal dibanding lainnya,” katanya berpesan.

Kang Said juga menegaskan bahwa NU termasuk di dalamnya ISNU tidak berpolitik praktis. Selain melantik pengurus ISNU Banyumas, Kang Said juga menjadi pembicara dalam Haul di Pondok Pesantren Al Ihya Ulumuddin, Kesugihan, Cilacap.

Sementara itu, sesuai arahan Kang Said, agenda dan program pertama ISNU Banyumas akan fokus ke bidang pendidikan. Adapun bentuk kegiatan bisa berupa pelatihan, workshop pendidikan, seminar dan sebagainya. Fokus lain adalah ISNU Banyumas yang bebas dari politik praktis.

“Kita juga akan fokus ke pertanian dan peternakan, mengingat basis utama warga NU ada di sana. Beberapa program sudah kita siapkan, untuk pemberdayaan lebih riil,” kata Ketua ISNU Banyumas, Nurul Anwar didampingi Wakil Sekretaris Ulul Huda. (fa/NU.or.id)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL