bom afghanKabul, LiputanIslam.com — Cobaan berat pertama sudah harus dilalui oleh Abdullah Abdullah, kandidat terkuat presiden Afghanistan mendatang. Sebuah serangan bom bunuh diri menimpa konvoinya saat ia tengah mengadakan kampanye pemilihan presiden di Kabul, Kamis (5/6).

Polisi menyebutkan 2 warga sipil tewas dalam serangan tersebut dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk beberapa pengawal Abdullah.

Setelah serangan tersebut, Abdullah pun muncul di televisi untuk mengumumkan bahwa dirinya selamat dalam serangan tersebut.

Pemilihan putaran terakhir akan digelar tanggal 14 Juni mendatang setelah Abdullah yang menjadi pemenang dalam pemilihan putaran pertama bulan April lalu, gagal memperoleh suara mayoritas di atas 50%.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggungjawab atas serangan itu dan polisi pun masih melakukan penyelidikan atas serangan ini. Di sisi lain kelompok Taliban telah berulangkali mengeluarkan ancaman untuk menggagalkan pemilu.

Polisi menyebut ada 2 bom yang meledak dalam serangan tersebut. Bom pertama meledak bersama pembawanya di dalam mobil. Sedang bom kedua disebut sebagai bom tempel (sticky bomb), namun tentang kebenaran bom kedua ini polisi masih melakukan penyelidikan.

Serangan terjadi saat Abdullah tengah meninggalkan tempat kampanye di sebuah aula perkawinan.  Para saksi mata menyebut terjadi kepanikan hebat di sekitar lokasi setelah terjadinya ledakan bom.

“Alhamdulillah, saya tidak mengalami luka-luka. Namun saya menyesalkan sejumlah pengawal kami mengalami luka-luka meski kondisinya tidak serius,” kata Abdullah dalam pidatonya di televisi.

Saingan Abdullah dalam pemilihan mendatang, Ashraf Ghani, mengecam keras aksi serangan tersebut di akun Twitter-nya.(ca/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL