canada intelignetOttawa, LiputanIslam.com — Pemerintah Kanada mengajukan rancangan amandemen undang-undang untuk melegalkan dinas intelegen negara melakukan penyelidikan terorisme di luar negeri. Demikian kantor berita RIA Novosti melaporkan, Selasa (28/10).

“Pemerintah tengah mengajukan amandemen terbatas atas UU Inteligen Kanada untuk memastikan bahwa Dinas Inteligen Kanada (CSIS) memiliki perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan penyelidikan atas ancaman keamanan Kanada,” tulis RIA mengutip pernyataan resmi pemerintah Kanada.

Amandemen itu diajukan di tengah munculnya aksi-aksi teror beberapa waktu terakhir. Pada tanggal 22 Oktober lalu seorang laki-laki bersenjata menembak mati pengawal Monumen Perang Nasional di Ottawa, selanjutnya menyerang orang-orang di Gedung Parlemen sebelum ditembak mati oleh petugas keamanan parlemen. Dua hari sebelumnya, seorang laki-laki bersenjata lain menembak 2 tentara di dalam mobilnya di St. Jean-sur-Richelieu, Quebec, menewaskan seorang tentara dan melukai lainnya.

Dengan amandemen baru ini, CSIS dimungkinkan untuk melakukan operasi inteligen di luar negeri, dan para agennya mendapatkan perlindungan keamanan sebagaimana para informan yang bekerja untuk lembaga penegak hukum.

“Kami akan terus melengkapi manusia-manusia berani, laki-laki dan perempuan, yang mau mengorbankan hidupnya demi melindungi rakyat Kanada, dengan perlengkapan yang mereka butuhkan,” kata Menteri Keamanan Publik dan Kesiapan Darurat Steven Blaney.

Pemerintah Kanada kini mencurahkan perhatian terhadap sekitar 130 warga negaranya yang diduga terlibat dengan kelompok-kelompok terror di luar negeri.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL