kawinMoskow, LiputanIslam.com — Kampanye anti-homoseksual kini telah dimulai di Rusia, setelah pemimpin partai Russian Pensioners’ Party (RPP) memulai upaya politik dan hukum untuk mengubah konstitusi dengan menetapkan perkawinan hanya berlaku bagi pasangan laki-laki dan perempuan.

Igor Zotov, yang juga anggota parlemen mejelis rendah itu menjelaskan alasannya melakukan kampanye tersebut. Menurutnya nilai-nilai tradisi bangsa Rusia ini tengah terancam oleh kecenderungan-kecenderungan modern yang buruk.

“Saya tergugah oleh pemikiran para anggota Pensioners’ Party di Chelyabinsk dan Sverdlovsk (2 kota utama di Provinsi Ural). Mereka sangat perhatian dengan semua perubahan yang terjadi di seluruh penjuru dunia, khususnya tentang fakta bahwa undang-undang legalisasi pernikahan sejenis telah disetujui di 15 negara  dan 4 negara bagian negara-negara besar. Memberikan status yang sama bagi perkawinan sesama jenis dengan perkawinan tradisional akan menimbulkan kehancuran lembaga keluarga,” kata Zotov kepada media Izvestia.

Zotov mengaku telah mengumpulkan tanda tangan dukungan dari sesama anggota parlemen untuk mengajukan amandemen terhadap konstitusi Rusia yang memberi perlindungan hukum kepada perkawinan tradisional.

“Ibu dan anak-anak, keluarga dan perkawinan sebagai persatuan sukarela antara laki-laki dan perempuan, berada di bawah perlindungan negara,” demikian frasa baru amandemen konstitusi yang diusulkan Zotov. Konstitusi yang berlaku saat ini hanya menyebut: “keluarga berada di bawah perlindungan negara.”

Zotov mengklaim bahwa ia telah mendapat dukungan dari para wakil ketua parlemen namun masih membutuhkan 90 tanda tangan lagi agar usulannya dibahas di parlemen.

Salah seorang pendukung Zotov di parlemen, yang juga aktifis partai komunis Vladimir Bessonov mengatakan bahwa diperlukan upaya untuk mengkonter “kecenderungan legalisasi perkawinan sejenis yang berawal di Eropa barat namun saat ini telah merambah juga ke Rusia.” Cara terbaik untuk membendung kecenderungan itu, menurut Bessonov, adalah “melawan kecenderungan” dengan mendukung nilai-nilai tradisi, terutama keluarga tradisional.

“Masalah perkawinan sejenis sudah demikian akut saat ini. Secara teoritis, negara-negara demokratis harus bertindak sesuai keinginan mayoritas rakyatnya. Namun dalam kenyataannya, kita bisa melihat kelompok minoritas-lah yang aktif melakukan lobi untuk kepentingannya. Ada banyak penentangan besar-besaran di Perancis (atas legalisasi perkawinan sejenis), namun tidak ada yang memperhatian seruan mereka. Untuk melindungi rakyat kita, kita harus mencegah hal itu terjadi,” kata Bessonov.

Pemerintah Rusia sendiri, di bawah kepemimpinan Presiden Vladimir Putin, telah melakukan langkah-langkah serius untuk mencegah merebaknya kecenderungan homoseksualisme. Di antara langkah itu di antaranya adalah larangan mempromosikan hubungan seksual non-tradisional kepada anak-anak, juga larangan bagi pasangan homoseksual asing untuk mengadopsi anak-anak Rusia.

Pada tahun 2013 Vladimir Putin menyebut hubungan sejenis sebagai “satanisme” (bentuk penyembahan setan) dan “penyebab krisis demografi dan moral”.

Menurut jajak pendapat yang digelar Levada Public Opinion Center pada tahun 2013, sebanyak 85% warga negara dewasa Rusia menentang homoseksual.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL