salmondLondon, LiputanIslam.com — Pemimpin Skotlandia First Minister Alex Salmond mundur dari jabatannya setelah hasil referendum menolak pemisahan Skotlandia dari Inggris. Ia juga mundur dari jabatannya sebagai ketua Partai Scottish National Party (SNP), yang telah dipimpinnya selama 20 tahun.

Sementara itu polisi menangkap 3 orang setelah terjadi bentrokan antara kelompok pendukung pemisahan dan penolak pemisahan yang berkumpul di George Square, Glasgow. Polisi mengerahkan pasukan berkuda untuk memisahkan kedua kelompok. Demikian laporan BBC News.

Salmond (59 tahun) adalah first minister yang paling lama bertugas, menduduki jabatan itu sejak SNP memenangkan kursi parlemen Skotlandia pada bulan Mei 2007.

Berbicara kepada wartawan di kantornya di Bute House, Edinburgh, Salmond mengatakan: “Bagi saya sebagai seorang pemimpin adalah hampir usai, namun bagi Skotlandia kampanye (pemisahan) akan tetap berlanjut dan impian itu tidak boleh mati.”

“Saya sangat bangga pada pada kampanye yang telah dilakukan pendukung kemerdekaan Skotlandia dan khususnya kepada 1,6 juta yang berbaris bersama pilihan ini,” tambahnya.

Salmond mengatakan akan mundur dari ketua SNP pada konperensi partai bulan November mendatang. Ia menyebut Nicola Sturgeon, deputi first minister sekaligus deputi ketua SNP, sebagai kandidat yang tepat.

Tentang hasil referendum itu, Salmond mengatakan, “Posisinya adalah begini, kita kalah referendum namun masih bisa mengusung inisiatif politik itu. Lebih penting lagi Skotlandia masih bisa muncul sebagai pemenang sebenarnya.”

Sementara itu jubir kepolisian Skotlandia mengatakan, dalam bentrokan di George Square, Glasgow, masing-masing kubu terdiri dari sekitar 100 orang. Polisi berhasil memadamkan kerusuhan itu dengan cepat. Lapangan itu kini ditutup untuk lalu-lintas.

Selama ini lapangan tersebut menjadi tempat berkumpul pendukung pemisahan Skotlandia. BBC melaporkan, bentrokan dipicu oleh provokasi pendukung penyatuan Inggris-Skotlandia.

Sementara itu Ratu Elizabeth II menyebut keputusan rakyat Skotlandia untuk tetap bersatu dengan Inggris adalah “hasil yang harus dihormati oleh seluruh rakyat Inggris”.

“Memahami rakyat Skotlandia seperti saya, saya tidak ragu bahwa rakyat Skotlandia, seperti rakyat United Kingdom lainnya, dapat mengekspresikan pendapat-pendapatnya sebelum datang bersama-sama lagi dalam sebuah semangat saling menghargai dan saling mendukung,” kata Sri Ratu.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL