thai protestBangkok, LiputanIslam.com – Kabinet Thailand mengumumkan pencabutan status darurat  Bangkok serta beberapa propinsi sekitar dan menggantinya dengan  Undang- Undang Keamanan Dalam Negeri (Internal Security Act – ISA). Pergantian status ini diumumkan oleh Pusat Pemelihara Kedamaian dan Tata tertib Thailand (CMPO) pada hari ini, Selasa (18/3)

Kepala Departemen Investigasi Khusus, anggota CMPO, Tarit Pengdith, mengatakan bahwa penegakan ISA akan mulai diberlakukan Rabu esok, hingga 30 April nanti.

Tarit mengatakan Pemerintahan Yingluck harus membentuk badan baru  menggantikan CMPO untuk menjalankan ISA guna menjaga keamanan Ibukota. Sebelum ini, CMPO lah yang bertugas menegakkan keamanan selama status darurat ditetapkan.

Pejabat sementara wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri, Surapong Towichukchaikul mengatakan bahwa  pemerintah akan menggunakan struktur lama Pusat Kepengurusan Keamanan dan Ketertiban untuk menjalankan ISA. Bagaimanapun juga Dewan Keamanan Nasional tidak akan menjadi bagian dari struktur yang baru tersebut.

Status darurat diberlakukan di Bangkok pada Januari lalu. Ketika itu, pendemo mengancam melumpuhkan Ibu Kota Thailand dengan memblokade persimpangan jalan dan menyegel gedung pemerintahan.

Petugas keamanan diberi kekuasaan untuk melacak pengunjuk rasa. Tidak hanya itu, mereka juga diperbolehkan menangkap mereka yang dinilai bertindak sebagai provokator.

Sebanyak 23 orang tewas dan 700 lainnya terluka dalam konflik politik Thailand yang mulai terjadi pada November tahun lalu.(lb/thenation)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL