parlemen myanmarYangoon, LiputanIslam.com — Pemerintah Myanmar melarang wartawan meliput kegiatan di parlemen setelah foto anggota parlemen yang tertidur di ruang sidang beredar luas di media sosial.

Seperti dilaporkan BBC News, para wartawan kini harus mengikuti prosedur baru dalam peliputan di gedung parlemen, yaitu dengan melalui layar TV di luar ruang sidang. Hal ini mengundang kecaman para wartawan.

“Ini sangat konyol!” Demikian bunyi status seorang wartawan di Facebook.

“Adalah tugas kami untuk mengabarkan (para anggota parlemen), apakah mereka tertidur atau berkelahi,” tulis
Aung Thura dari Myanmar Journalists Network.

Menanggapi kemarahan wartawan itu, parlemen pun mengumumkan akana kembali mengijinkan wartawan masuk ke ruang sidang pada hari Senin (1/6).

Foto anggota parlemen yang tertidur itu beredar di media sosial minggu ini, menambah daftar aksi-aksi tidak patut anggota parlemen Myanmar yang terbongkar ke publik. Bulan lalu seorang anggota parlemen ketahuan memencet tombol ‘voting’ rekannya yang tidak hadir. Sejumlah gambar anggota parlemen yang sibuk bermain ‘gadget’ juga mendapat sambutan sinis publik Myanmar.

Meski sejak terjadinya transisi pemerintahan militer ke pemerintahan sipil para wartawan telah mendapatkan banyak kebebasan, hal itu belum sepenuhnya menjamin kebebasan mereka. Pada bulan Maret lalu, misalnya, seorang wartawan ditahan tanpa dakwaan sebelum kemudian dilepaskan, setelah memposting status yang mengkritik kebijakan publik.

Selain itu, saat ini tengah dilakukan penyelidikan yang berlarut-larut atas kasus kematian seorang wartawan yang tewas di dalam tahanan militer tahun lalu, sementara 10 wartawan juga dipenjara karena dituduh ‘mengancam keamanan nasional’.

Myanmar menduduki peringkat 144 dari 180 negara dalam daftar Press Freedom Index tahun 2015 yang dikeluarkan oleh Reporters without Borders.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL