malabarTasikmalaya, LiputanIslam.com — Jumlah korban tewas dalam kecelakaan anjloknya KA Malabar di Tasikmalaya, Jawa Barat bertambah jadi 5 orang. KA jurusan Bandung-Malang itu anjlok ke dalam jurang akibat tanah longsor setelah diguyur hujan, Jumat petang (4/4).

“5 Orang penumpang dilaporkan meninggal dunia, di mana 3 orang korban meninggal sudah dievakuasi dan 2 orang korban meninggal masih dalam proses evakuasi yang tergencet gerbong,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis yang diterima media, Jumat (4/4).

Sutopo mengatakan hujan deras yang mengguyur sejak Jumat sekitar pukul 16.00 WIB telah menyebabkan jalur kereta api longsor sehingga kereta api Malabar tersebut anjlok. Kereta itu anjlok terjadi di Kampung Terung RT 5 RW 9 Desa Mekarsari, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat sekitar pukul 18.30 WIB.

“Daerah tersebut merupakan daerah yang rawan longsor,” ujar Sutopo.

KA Malabar berangkat dari Bandung menuju Malang sekitar pukul 15.30 WIB. Saat melintas di KM 244 antara stasiun Ciawi dan stasiun Cirahayu, kereta naas tersebut anjlok dan terperosok ke jurang. Saat ini proses evakuasi masih berlangsung dilakukan oleh relawan, TNI dan Polri.

Jalur Dialihkan ke Cirebon
Sebanyak 13 perjalanan kereta api lintas selatan dari dan ke Bandung dialihkan melalui Cirebon. Pengalihan rute perjalanan ini menyusul anjloknya KA Malabar di KM 244 antara Ciawi dan Cirahayu, Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Ada tujuh rangkaian KA dari timur dan enam rangkaian dari barat (Bandung) yang harus memutar melalui Cirebon,” kata Manager Humas PT KAI Daops 5 Purwokerto, Surono, Jumat (4/4).

Menurut dia, tujuh rangkaian KA dari timur tersebut, yakni KA Serayu Malam jurusan Purwokerto-Bandung-Jakarta, KA Lodaya Malam jurusan Solo Balapan-Bandung, KA Malabar jurusan Malang-Bandung, KA Kahuripan jurusan Kediri-Kiaracondong, KA Mutiara Selatan jurusan Surabaya-Bandung, KA Turangga jurusan Surabaya-Bandung, dan KA Pasundan jurusan Surabaya-Kiaracondong.

Sementara enam KA dari arah barat terdiri KA Serayu Malam jurusan Jakarta-Bandung-Purwokerto, KA Mutiara Selatan jurusan Bandung-Surabaya, KA Turangga jurusan Bandung-Surabaya, KA Kahuripan jurusan Kiaracondong-Surabaya, KA Kutojaya Selatan jurusan Kiaracondong-Kutoarjo, dan KA Lodaya Malam jurusan Bandung-Surabaya.

Dia menjelaskan, KA Pasundan jurusan Surabaya-Kiaracondong yang telah sampai Stasiun Tasikmalaya dan KA Serayu Malam jurusan Purwokerto-Bandung-Jakarta yang telah sampai di Stasiun Banjar terpaksa harus kembali ke Kroya dan memutar melalui Cirebon.

“Kereta tersebut harus memutar, setiap rangkaian KA rata-rata mengalami keterlambatan sekitar dua jam,” jelasnya.

Sebelumnya, KA Malabar (KA 86) jurusan Bandung-Malang terguling di jalur rel Desa Mekarsari, Kecamatan Kadipaten, yang berbatasan dengan Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, sekitar pukul 18.06 WIB. Penyebab kecelakaan karena tanah longsong yang diguyur hujan.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*