anti-gmoToronto, LiputanIslam.com — Jutaan orang di lebih dari 400 kota di dunia akan terlibat dalam aksi pawai menentang perusahaan perekayasa genetik Monsanto Inc. Secara global pawai akan digelar hari ini (24/5) di 52 negara dan 47 negara bagian Amerika. Demikian keterangan organiser “March Against Monsanto” (MAM) di markasnya di Toronto, Jumat (23/5). Ini adalah pawai global ketiga MAM sejak didirikan.

“MAM mendukung sistem produksi makanan secara berkesinambungan. Kita harus bertindak sekarang menghentikan produk-produk rekayasa genetik dan pestisida-pestisida beracun,” kata pendiri gerakan MAM Tami Monroe Canal, dalam keterangan persnya menjelang digelarnya pawai MAM.

Gerakan MAM didirikan tahun 2012 setelah RUU California Proposition 37 yang mewajibkan produsen untuk mencantumkan label GMO (produk rekayasa genetik) mengalami kegagalan setelah ditolak lembaga legislatif AS. Diduga kuat kegagalan RUU tersebut karena adanya lobi kuat yang dilakukan Monsanto, Inc., produsen makanan terbesar di dunia yang sebagian besar produk-produknya, termasuk Coca-Cola, menggunakan bahan-bahan berbahaya. Monsanto juga produsen produk-produk rekayasa genetik terbesar di dunia yang menguasai sektor pangan global.

“Bisnis predator dan praktik-praktik agrikultur Monsanto telah mengancam kesehatan dan kesuburan dan bergenerasi-generasi manusia,” kata Canal.

Menurut Canal, tujuan gerakan yang dipimpinnya adalah untuk menggugah kesadaran masyarakat global tentang perlindungan suplai makanan, serta perlindungan pertanian dan lingkungan lokal. Misi MAM adalah untuk mempromosikan pertanian organik dan membongkar kolusi jahat perusahaan-perusahaan raksasa dengan pemerintah-pemerinth.

Para aktifis mengklaim Monsanto telah menghabiskan ratuan juta dolar untuk manggagalkan “usaha-usaha labelisasi” dan “menindas berbagai riset yang tidak mendukung kepentingan bisnis mereka”.

Produk-produk rekayasa genetik (GMO) diketahui menjadi sumber berbagai penyakit, cacat lahir, kerusakan organ, kematian bayi, mengganggu kesuburan dan meningkatkan resiko kanker serta mengancam kesuburan lingkungan.

Karena bahaya yang ditimbulkannya, beberapa negara di dunia secara tegas telah melarang produk-produk GMO seperti Jerman, Jepang dan Rusia. Namun sebagian besar penduduk dunia masih menggantungkan hidupnya dari produk-produk GMO.

Tahun lalu lebih dari 2 juta orang dari 436 kota di 52 negara terlibat dalam pawai MAM.(ca/russia today)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL