Washington, LiputanIslam.com–Di bawah tekanan pemerintah AS, perusahaan media raksasa di Negeri Paman Sam itu telah memperketat cengkeraman mereka atas akun-akun yang mengkritik pemerintah AS dan sekutunya.

Menurut laporan dari jurnalis Ben Norton dari The Real News, perusahaan-perusahaan media AS menyensor akun-akun pro-Rusia, pro-Venezuela (seperti akun media TeleSUR English), dan juga melarang warga Iran menggunakan media sosial.

Google (yang dimiliki oleh YouTube), Facebook (yang memiliki Instagram), dan Twitter diketahui telah menghapus ratusan media sosial warga Iran yang dituduh tanpa bukti memiliki hubungan dengan pemerintah Tehran. Pemblokiran ini didasarkan laporan dari perusahaan keamanan cyber Amerika, FireEye, yang dipimpin oleh mantan pejabat militer AS.

Masalahnya, menurut Norton, sejumlah akun warga Iran yang diblokir faktanya tidak diatur oleh pemerintah Iran. Banyak dari mereka memeluk opini pribadi yang tidak sesuai dengan konsensus Washington yang pro-perang.

Isu penyensoran sewenang-wenang ini diangkat oleh Sayed Mousavi, salah satu mahasiswa dan jurnalis Iran yang akun media sosialnya diblokir. Mousavi memiliki akun Twitter yang cukup populer bernama @SayedMousavi7. Dalam akunnya, dia rajin mengoreksi berbagai propaganda yang bertebaran tentang neganya.

“Kami telah mendengar banyak berita baru-baru ini tentang berbagai halaman akun dan kelompok diblokir oleh Facebook, Twitter. Saya bangun kemarin mendapati akun saya diblokir oleh Twitter, dengan alasan ini adalah ‘jaringan disinformasi’ dari warga Iran,” kata Mousavi.

“Yang saya khawatirkan adalah, saya hanyalah seorang mahasiswa yang melakukan sedikit yang saya bisa dalam jurnalisme untuk melawan sedikit dari banyak kesalahan informasi tentang negara saya,” lanjutnya.

Dia pun mengingatkan bahwa perusahaan media sosial raksasa seperti Facebook juga telah bekerjasama dengan pemerintah Israel untuk menyensor akun warga Palestina secara sewenang-wenang.

“Ini merupakan beban kepada kami, kelompok-kelompok anti-Zionis, anti-imperialis, untuk membuat suara kami didengar. Kami butuh keragaman di sini. Kami harus memperlihatkan perjuangan kami untuk membuat sisi kami didengar,”  paparnya. (ra/mintpress)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*