London, LiputanIslam.com–Jurnalis dan pendiri WikiLeaks, Julian Assange, kemungkinan akan dihukum berat karena mengekspos kebohongan pemerintah AS. Demikian pendapat seorang jurnalis Inggris, Patrick Cockburn, dalam sebuah artikel yang ditulisnya.

Assange ditangkap oleh polisi Inggris atas nama AS pada hari Kamis (11/4) di kedutaan Ekuador, London. Pria berumur 47 tahun dicari oleh pemerintah AS karena menunggah dokumen rahasia terkait perang Irak dan Afghanistan yang dibocorkan oleh Chelsea Manning. Ia kemudian menghabiskan tujuh tahun di kedutaan Ekuador.

Patrick Cockburn, kolumnis penerima penghargaan untuk The Independent, menulis bagaimana militer AS berusaha menutupi pembantaian warga sipil Irak oleh pilot Amerika di Baghdad pada 12 Juli 2007. Video pembantaian ini diungkapkan ke publik oleh WikiLeaks.

“[Publik] sudah tahu tentang video pembantaian yang diambil dari helikopter, tetapi Pentagon menolak untuk merilisnya di bawah Undang-Undang Kebebasan Informasi,” tulisnya.

“Banyak orang terbunuh di seluruh Irak pada waktu itu dan insiden itu akan segera dilupakan, kecuali oleh keluarga korban yang tewas, jika seorang tentara AS bernama Chelsea Manning tidak menyerahkan salinan video resmi itu kepada WikiLeaks yang merilisnya pada tahun 2010,” tambahnya.

“Pengungkapan pembantaian helikopter Baghdad itu adalah salah satu dari banyak alasan yang menjelaskan mengapa Julian Assange dicari-cari begitu lama oleh pemerintah AS dan Inggris,” lanjutnya. (ra/presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*