sombatBangkok, LiputanIslam.com — Polisi Thailand menangkap seorang aktifis anti-kudeta militer setelah yang bersangkutan menolak melaporkan diri kepada junta militer.

Sombat Boonngamanong, yang mengorganisir kampanye anti kudeta melalui internet ditangkap Kamis petang di Provinsi Chonburi di timur Thailand. Tidak ada keterangan dari junta militer atas penangkapan tersebut ataupun keberadaan Sombat saat ini.

Sombat adalah tokoh demonstran “kaos merah” yang merupakan pendukung kuat mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra.

Ratusan tokoh politik dan aktitis telah ditahan oleh junta militer setelah mereka memenuhi panggilan junta untuk melaporkan diri. Namun sebagian besar dari mereka telah dibebaskan namun dengan pengawasan.

Sementara itu para penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi Thailand telah memperluas penyidikan atas dugaan korupsi yang dilakukan mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra, dengan menyelidiki asset-asset pribadinya.

Penyidikan tersebut difokuskan pada kasus skema subsidi beras dimana pemerintah membeli beras petani dengan harga di atas pasaran untuk meningkatkan pendapatan petani. Program yang dimaksudkan untuk mengambil hati para petani ini disorot sebagai ajang korupsi regim Yingluck.

KPK Thailand telah melakukan beberapa penyelidikan atas dugaan korupsi oleh Yingluck dan pemerintahannya yang oleh pendukung Yingluck dituduh sebagai bermuatan politik.

Yingluck adalah salah seorang politisi yang sempat ditahan junta militer Thailand namun kini telah dibebaskan setelah menandatangani pernyataan tidak akan melakukan kegiatan politik sementara.

Jubir militer Thailand Sirichan Ngathong menyebutkan bahwa Sombat berhasil dilacak keberadaannya oleh tim siber militer Thailand. Sebelumnya ia menolak untuk melaporkan diri dengan memberikan pesan bernada ejekan kepada rezim militer di akun “Facebook”nya: “Tangkap saya jika bisa!”

Sombat telah mengajak pendukungnya di media sosial untuk melakukan aksi demonstrasi damai menentang kudeta dan mendorong mereka untuk mengacung-ngacungkan simbol 3 jari sebagai simbol anti-militer. Seorang sumber militer mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa Sombat akan ditahan selama seminggu di satu tempat penahanan militer yang tidak disebutkan.(ca/bbc/cnn)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL