thailandBangkok, LiputanIslam.com — Junta militer Thailand memerintahkan regulator televisi untuk menggratiskan warga Thailand menyaksikan siaran pertandingan-pertandingan Piala Dunia 2014.

Junta militer menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari “kampanye kebahagiaan” sebagaimana beberapa aksi simpatik militer lainnya seperti cukur rambut gratis dan konser-konser musik.

Sementara itu seorang aktifis penentang kudeta militer menghadapi ancaman hukuman 14 tahun penjara karena didakwa melakukan tindakan penghasutan.

Militer mengambil alih kekuasaan pada tanggal 22 Mei lalu dalam apa yang mereka klaim sebagai langkah untuk menegakkan ketertiban dan perdamaian setelah berbulan-bulan Thailand dilanda aksi-aksi demonstrasi antara kubu penentang pemerintahan Yingluck Shinawatra dengan kubu pendukungnya.

Sejak itu Bangkok dan sebagian besar wilayah Thailand mengalami kondisi darurat dengan jam malam serta larangan berkumpul lebih dari 5 orang. Namun untuk beberapa wilayah tujuan wisata status darurat tersebut telah dicabut.

Junta militer telah menahan lebih dari 150 tokoh politik dan sebagian besar darinya telah dibebaskan dengan pengawasan, termasuk mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra. Namun pada hari Kamis (12/6) aktifis penentang kudeta militer
Sombat Boonngamanong harus menghadapi pengadilan militer dengan tuduhan melakukan tindakan penghasutan yang diancam dengan hukuman penjara 14 tahun.

Sombat melakukan kampanye anti-kudeta secara online, dan setelah menolak panggilan militer untuk melaporkan diri, ia mengejek melalui akun Facebooknya, “Tangkap aku jika bisa!”

Sementara itu demi mendinginkan suasana politik paska kudeta yang sempat diwarnai aksi-aksi demonstrasi anti-kudeta di Bangkok, junta militer pun menggelar “kampanye kebahagiaan”.

BBC menyebutkan bahwa bagian terpenting dari kampanye itu adalah penyediaan akses bebas bagi warga Thailand untuk menyaksikan siaran piala dunia Brazil.

Perusahaan siaran televisi RS telah membeli hak siar piala dunia Brazil dan berencana memberikan siaran gratis secara terbatas. Bagi yang ingin menyaksikan seluruh siaran, RS menyediakan dekoder yang harus dibeli dengan harga yang relatif mahal bagi sebagian besar penduduk Thailand.

Atas perintah junta militer tersebut otoritas televisi kini melakukan negosiasi dengan RS tentang kompensasi yang harus diberikan agar warga Thailand bisa menyaksikan siaran piala dunia secara gratis. Disebut-sebut RS menuntut kompensasi senilai $21,5 juta.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL