Thai army chief declares martial lawBangkok, LiputanIslam.com — Junta militer Thailand, hari Jumat petang (13/6), mengumumkan pencabutan jam malam di seluruh negeri setelah menyatakan kondisi keamanan telah membaik.

Dalam pengumuman yang disiarkan melalui TV jubir pemerintahan militer menyebutkan bahwa jam malam yang diberlakukan sejak kudeta militer tanggal 22 Mei lalu itu telah berakhir di sebagian besar wilayah Thailand.

Selain karena situasi yang membaik, tujuan pencabutan jam malam tersebut adalah untuk “mendorong kembali pariwisata nasional”. Sebelumnya dengan jam malam itu warga dilarang keluar rumah pada pukul 22.00 malam hingga pagi hari serta dilarang berkumpul lebih dari 5 orang di tempat publik di siang hari.

Setelah kudeta, pemerintahan junta militer telah menangkap dan membebaskan kembali ratusan tokoh-tokoh politik berpengaruh setelah mengingatkan mereka untuk tidak melakukan kegiatan politik apapun. Sebagian yang ditangkap itu masih menjalani tahanan.

Sebelum pencabutan jam malam ini junta militer telah menggelar “kampanye kebahagiaan” demi mengurangi ketegangan oleh aksi-aksi protes menentang kudeta. Di antara kampanye itu adalah penggelaran pertunjukan musik, cukur gratis dan terakhir memerintahkan otoritas dan operator televisi untuk menggratiskan tontonan sepakbola piala dunia di Brazil.

Sementara itu Komisi Anti Korupsi Thailand telah memperluas penyidikan terhadap dugaan korupsi yang dilakukan mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra dengan melakukan penyelidikan atas kekayaan pribadinya.

Komisi anti korupsi sebelumnya telah menuduh Yingluck mengabaikan saran untuk membatalkan program subsisi beras yang potensial menimbulkan korupsi dan merugikan keuangan negara.(ca/bbc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL