zida degagOuagadougou, LiputanIslam.com — Junta militer Burkina Faso berjanji akan segera menyerahkan kekuasaan dan membentuk pemerintahan sementara, setelah terjadi bentrokan di ibukota, Minggu (2/10) kemarin.

Langkah tersebut dilakukan militer setelah tentara menembaki stasiun televisi dan memblokir kawasan utama di ibukota untuk mencegah ribuan demonstran penentang militer memasukinya.

Setidaknya seorang demonstran tewas terbunuh dalam bentrokan dengan aparat keamanan kemarin. Sementara PBB mengecam pengambilalihan kekuasaan oleh militer dan mengancam pemberian sanksi. Demikian BBC News melaporkan.

Pada hari Minggu malam, seusai bertemu dengan para tokoh-tokoh politik setempat, pimpinan junta militer yang mengklaim sebagai kepala pemerintahan sementara, Letkol Isaac Zida, mengatakan bahwa militer akan berada di tempat yang tepat di dalam “pemerintahan transisi …. dengan seluruh komponen diadopsi oleh sebuah konsensus yang luas.”

Hari Kamis (30/10) Presiden Compaore yang telah berkuasa selama 27 tahun, terpaksa mengundurkan diri setelah aksi-aksi demonstrasi massal membakar gedung pemerintahan dan gedung parlemen. Massa menolak dan marah atas rencana Compaore untuk memperpanjang masa pemerintahannya.

Segera setelah pengunduran diri Compaore, militer yang mengklaim sebagai penguasa sementara menunjuk
komandan pasukan pengawal kepresidenan dan orang dekat Compaore, Letkol Isaac Zida, sebagai kepala pemerintahan sementara.

Langkah ini ditentang pada demonstran dan kelompok-kelompok oposisi yang menyerukan dilakukannya aksi protes besar-besaran menentang junta militer, hari Minggu.

“Kekuasaan bukanlah keinginan kami, melainkan kepentingan negara yang lebih besar,” demikian militer mengatakan dalam pernyataannya.

Aksi demonstrasi paling seru terjadi di depan stasiun televisi nasional, ketika pemimpin oposisi Saran Sereme dan mantan Menhan Kwame Lougue bergabung dengan demonstran.

Menurut berbagai sumber, kedua tokoh itu sama-sama bermaksud untuk mengumumkan penunjukan dirinya sebagai kepala pemerintahan sementara.

Namun setelah keduanya datang, terjadi tembak-menembak yang menyebabkan para demonstran dan staff televisi melarikan diri. Tentara juga dikerahkan untuk membersihkan demonstran dari area alun-alun utama di ibukota, Place de la Nation.

Sebagian demonstran menuduh pasukan pengawal kepresidenan yang dipimpin Letkol Zida sebagai pelaku tindak-tindak kekerasan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL