Hudaydah, LiputanIslam.com–Badan World Food Programme (WFP) menyebutkan bahwa lebih dari 15 juta warga Yaman berada dalam situasi krisis pangan. Angka ini dapat terus naik hingga 20 juta jika tidak ada suplai bantuan makanan berkelanjutan.

Organisasi keamanan pangan terbesar di dunia ini mengumumkan laporan tersebut pada Kamis (6/12). Data krisis pangan yang mereka keluarkan berasal dari survei yang digelar bersama oleh ahli-ahli Yaman dan internasional.

Krisis ini terjadi akibat agresi militer koalisi pimpinan Saudi. Sejak perang dimulai pada awal 2015, koalisi pimpinan Saudi menyerang acara pernikahan, rumah sakit, pembangkit air dan listrik, dan menewaskan56.000 orang.

Pada bulan Juli, 43% serangan koalisi Saudi atas Yaman adalah non-militer, atau menargetkan sipil.

Organisasi Save the Children juga mencatat peningkatan harga-harga pangan dan kemerosotan nilai mata uang Yaman.

“Jutaan anak tidak tahu apakah makanan berikutnya akan tersedia,” kata direktur eksekutif Save the Children International, Helle Thorning-Schmidt.

“Di sebuah rumah sakit yang saya kunjungi di Yaman utara, bayi-bayi terlalu lemah untuk menangis, tubuh mereka letih akibat kelaparan.

“Perang ini berisiko membunuh satu generasi anak-anak di Yaman. Merka menghadapi beragam ancaman, mulai dari bom hingga kelaparan hingga penyakit yang sebenarnya bisa dicegah seperti kolera,” paparnya.  (ra/presstv/bbc)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*