gaza 13GazaCity, LiputanIslam.com – Agresi militer Israel ke Jalur Gaza telah memasuki hari ketiga belas, dan menurut keterangan petugas medis di Palestina, jumlah korban yang gugur sudah mencapai 355 orang.

Serangan terbaru Israel, pada Minggu dini hari dilakukan lewat jalur udara dan darat, yang menewaskan belasan korban jiwa, dua diantaranya anak-anak.

Pada hari Sabtu (19/7) UNICEF mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas tewasnya anak-anak dalam serangan Israel di Jalur Gaza.

“Anak-anak harus dilundungi dari aksi kekerasan. Tak seharusnya menjadi korban atas pertikaian yang tidak mereka pahami,” kata pejabat UNICEF, Catherine Weibel, seperti dilansir Press TV, 20 Juli 2014.

Menurut PBB, jumlah anak-anak yang menjadi korban atas serangan Tentara Zionis ke Jalur Gaza mencapai sepertiga dari seluruh korban jiwa.

“Sejak tanggal 8-19 Juli, setidaknya telah gugur 73 anak-anak Palestina. Mereka dilaporkan tewas akibat serangan dari udara, darat dan laut,” jelas Weibel.

Kebrutalan Israel di Jalur Gaza telah banyak menuai kecaman di seluruh dunia, terutama dari negara-negara mayoritas Muslim. Namun disaat yang sama, berbagai pihak yang mengklaim diri sebagai duta perdamaian tetap bungkam atas pembunuhan masal terhadap rakyat Palestina yang tidak berdosa.

Menurut Press TV, banyak  negara-negara tengah mempertontonkan kemunafikannya. Di satu sisi, mereka merasa berhak untuk turut campur dalam urusan internal negara-negara Muslim, termasuk dengan melakukan intervensi militer, seperti yang dilakukan di Afghanistan. Dengan dalih “perang melawan teror”, ribuan rakyat Afghanistan telah tewas.

Sedangkan di Gaza, menurut Press TV, Israel juga melakukan aksi terorisme seperti membunuhi rakyat sipil, wanita dan anak-anak kecil, tapi hingga kini tidak pernah terdengar akan ada invansi militer dari negara-negara tersebut untuk memerangi teroris Israel. (ba)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL