evangelicalWashington DC, LiputanIslam.com — Jumlah penganut Kristen Amerika mengalami penurunan yang cukup tajam dalam waktu 7 tahun terakhir. Jika pada tahun 2007 penganut Kristen di AS mencapai 78% maka tahun 2014 jumlahnya turun menjadi 71% saja. Secara absolut, pengikut Kristen menurun 5 juta orang selama periode yang sama.

Di sisi lain jumlah warga yang tidak beragama justru naik dari 16% menjadi 23%. Meski demikian AS masih menjadi negara Kristen terbesar di dunia. Demikian laporan pusat kajian demografi Pew Research Center (PRC), seperti dilansir BBC News, Selasa lalu (12/5).

Dalam penelitian bertajuk “Religious Landscape Study” itu PRC mewawancarai 35.000 setiap tahunnya.

Menurut laporan itu penurunan tersebut terutama terjadi di kalangan liberal, baik dari kelompok Protestan maupun Katholik. Hal itu terjadi di semua wilayah AS dan di semua kelompok umur.

Di kalangan tidak beragama, terjadi angka perbedaan pertumbuhan dimana di negara-negara bagian selatan terjadi kenaikan sebesar 16%, sementara di negara-negara bagian utara kenaikannya mencapai 25%. Sedangkan di wilayah barat, jumlah kalangan tidak beragama bahkan mencapai 28%, lebih besar dibandingkan semua kelompok agama.

Kelompok non-agama itu bahkan telah mengorganisir diri sejak tahun 2007, menjadi kekuatan politik yang memperjuangkan pemisahan agama dengan politik (sekularisme).

Kelly Damerow dari kelompok Secular Coalition for America mengatakan kepada BBC News bahwa hasil penelitian tersebut menandakan bahwa kelompok sekularis sangat berpotensi untuk menjadi kekuatan politik.

Di antara semua sekte Kristen, Protestan menjadi kelompok terbesar dengan prosentase 46%, disusul kemudian oleh Evangelical dengan 25,4%, Katholik 20,8%, Mainline atau Kristen liberal 14,7%, Mormon 1,6%, Jehovah’s Witness 0,8% dan sekte Kristen lainnya 0.4%.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL