assange2Paris, LiputanIslam.com — Pendiri WikiLeaks Julian Assange mengatakan kepada televisi Prancis Rabu waktu setempat (24/6) bahwa sekarang saatnya bagi pemerintah-pemerintah di Eropa untuk mengambil langkah terhadap penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat ke kawasan itu.

Pernyataan Assange ini dilontarkan setelah pembocoran sejumlah dokumen yang menyebutkan Washington telah memata-matai tiga presiden Prancis yang kemudian memicu kemarahan baru kepada AS.

Berbicara kepada TF1, pegiat anti-kerahasiaan ini mendesak Prancis memimpin dan meluncurkan penyelidikan parlemen terhadap aktivitas mata-matas asing.

Assange juga menyatakan bocoran-bocoran penting lainnya akan segera disiarkan, demikian laporan AFP seperti dilansir Antara.

Berdasarkan bocoran Wikileaks, Amerika Serikat menyadap dua mantan Presiden Prancis Jacques Chirac dan Nicolas Sarkozy, juga presiden sekarang Francois Hollande.

Kegiatan mata-mata ini berlangsung dari 2006 sampai 2012, tulis laman surat kabar Liberation dan Mediapart, mengutip dokumen-dokumen yang diklasifikasikan “Sangat Rahasia” yang temasuk lima laporan dari Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat NSA yang didasarkan dari penyadapan komunikasi.

Dokumen terbaru bertanggal 22 Mei 2012, atau hanya beberapa hari sebelum Hollande berkuasa, mengungkapkan bahwa pemimpin Prancis ini “menyetujui pertemuan rahasia yang digelar di Paris untuk membicarakan krisis zona euro, khususnya dampak keluarnya Yunani dari zona euro”.

Dokumen lainnya bertanggal 2008 dijuduli “Sarkozy menganggapnya diri sebagai satu-satunya orang yang bisa mengatasi krisis keuangan dunia”.

Mengomentari hal ini, pejabat pemerintahan Hollande hanya berkata, “Kami akan melihat tentang apa saja itu”, sedangkan juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby berkata “Kami tak mengomentari kebenaran atau konten dokumen yang bocor.“(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL