Presiden Jokowi menunaikan sholat Tahiyatul Masjid seusai meresmikan Masjid Raya Mujahidin, di Pontianak, Kalbar, Selasa (20/1)|Setgab.go.id

Presiden Jokowi menunaikan sholat Tahiyatul Masjid seusai meresmikan Masjid Raya Mujahidin, di Pontianak, Kalbar, Selasa (20/1)|Setgab.go.id

Pontianak, LiputanIslam.com — Presiden Joko Widodo kembali menegaskan, bahwa ia akan menolak setiap permohonan grasi dari terpidana narkoba. Menurutnya, saat ini Indonesia berada dalam posisi darurat narkoba.  Setiap harinya, sekitar 50 orang  meninggal karena narkoba. Artinya, korban yang meninggal dalam setahun bisa mencapai 18.000 jiwa.

“Kenapa saya sampaikan darurat? Karena yang harus direhabilitasi sekarang ini ada hampir 4,5 juta generasi muda kita. Yang sudah tidah bisa direhabilitasi 1,2 juta,” kata Jokowi saat memberikan sambutan pada peresmian Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa, 20 Januari 2014 seperti dilansir setgab.go.id.

Lebih lanjut Jokowi meminta agar masjid yang besar dan megah seperti Masjid Raya Mujahidin yang baru diresmikannya, digunakan untuk syiar termasuk untuk mensosialisasikan masalah narkoba.

“Perlu kita sadarkan semuanya lewat masjid-masjid, sampaikan bahaya narkoba,” pinta Jokowi.

Terkait dengan pelaksanaan eksekusi mati terhadap enam terpidana narkoba yang dilakukan baru-baru ini, Jokowi menyebutkan, ada 64 yang sudah divonis hukuman oleh pengadilan.

“Bukan oleh presiden lho ya. Hati-hati, yang memvonis adalah pengadilan,” ujarnya.

Para terpidana mati itu, lanjut Jokowi, meminta grasi kepadanya, tetapi semua ia tolak. Ia menyatakan bahwa negara harus hadir dalam memerangi narkoba, karena Indonesia sehat adalah Indonesia tanpa narkoba.

“Meskipun banyak tekanan dari sana-sini, tapi sekali lagi, kita memang sudah dalam posisi darurat narkoba,” tegas Jokowi.

Apalagi saat ini, yang menjadi pecandu ataupun pengedar narkoba bukan hanya di kalangan para remaja. Instansi-instansi pemerintah seperti Polri, dan jajaran PNS juga banyak yang terungkap positif menggunakan narkoba.

“Terakhir universitas, pembantu rektor saja bisa terkena masalah ini,” terang Jokowi.

Jokowi menitipkan pesan kepada kyai-kyai dan kepada ustadz agar turut berpartisipasi memerangi narkoba, dengan menyampaikan kepada masyarakat betapa bahayanya barang haram tersebut.

Jokowi tiba di Kalimantan Barat, untuk meresmikan Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Masjid ini mulai dibangun sejak peletakan batu pertama pada 18 November 2011. Bangunan megah Masjid Mujahidin terdiri dari 2 lantai. Yang masing masing seluas 3600 meter persegi yang dapat menampung 6000 jamaah. Di lantai 1 terdapat ruang serbaguna, perpustakaan, ruang imam, kesekretariatan dan lounge tamu VIP.

Dana diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Kalbar tahun 2010, 2011, dan 2012 senilai Rp22 miliar. Kemudian APBD Pemerintah Kota Pontianak tahun 2010, dan 2012 senilai Rp9,9 miliar.

Tampak hadir dalam peresmian masjid tersebut antara lain Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang, Hidayat Nurwahid, Menteri Agama Lukman Hakim Saefudin, dan Gubernur Kalbar Cornelis. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*