meme brasilJakarta, LiputanIslam.com—Keputusan Presiden Joko Widodo menolak memberi grasi kepada terpidana mati asal Brazil, Marco Archer Cardoso Moreira, memunculkan dua respon berbeda dari Brazil. Bila pemerintah Brazil memprotes keputusan Jokowi dan memanggil pulang Duta Besarnya dari Indonesia, sebagian rakyat Brazil justru memberikan dukungan kepada Jokowi.

Dukungan tersebut dapat dilihat dalam diskusi di media sosial. Antara lain, beredar meme yang dibuat orang Brazil untuk menyindir pemerintah mereka. Misalnya, foto Presiden Jokowi diberi tulisan “Di negara saya, bandar narkoba tidak jadi kaya, tidak jadi seleb dan tidak jadi politisi” atau “Di Indonesia dengan 13 kg kokain dihukum mati, di Brasil pemilik helikopter dengan 450kg kokain hampir terpilih menjadi presiden.”

Foto yang diunggah akun twitter @dimsdalle itu seolah mengabarkan tentang kondisi peredaran narkoba di Brazil yang masif. Para bandar dan geng narkoba di negara itu bahkan melakukan berbagai perang bersenjata terbuka di Rio de Janeiro, Sao Paulo, Porto Alegre, Recife, Salvador, Curitiba, dan Belo Horizonte yang menewaskan banyak orang. Menurut catatan pemerintah Brazil, tiap tahun ada 23.000 kasus pembunuhan yang terkait dengan narkoba.

Marco Archer Cardoso Moreira telah dieksekusi pada tanggal 18 Januari 2015. Pria yang berprofesi pilot ini divonis mati karena terbukti menyelundupkan 13,4 kg kokain dan sempat kabur. Dia menyembunyikan kokain itu ke dalam pipa kerangka gantole yang ia simpan di sebuah tas. Dia sempat melarikan diri dengan cara mengelabui petugas di Bandara Soekarno-Hatta pada 2 Agustus 2003. Setelah dua pekan buron, Marco ditangkap di Pulau Moyo, Desa Labuan Aji, Sumbawa pada 16 Agustus 2003. Marco akhirnya dijatuhi hukuman mati dalam kasus narkotika oleh Pengadilan Negeri (PN) Tangerang pada 8 Juni 2004. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*