LiputanIslam.com – Ketua KPU Kabupaten Ngawi, Syamsul Toni, mengatakan bahwa pasangan calon presiden 01 Jokowi-Ma’ruf menang telak dalam penghitungan suara manual di KPU kabupaten Ngawi Jawa Timur dengan memperoleh 78,1 persen suara. Sedangkan paslon 02 Prabowo-Sandi memperoleh 21,9 persen.

“Perolehan suara pilpres 2019 pasangan nomor 01 memperoleh 78,1 persen dan pasangan nomor 02 memperoleh 21,9 persen. Untuk jumlah pemilih di kabupaten Ngawi sebanyak 543.038 pemilih,” tutur Toni pada Selasa (30/4).

Ketika sidang pleno berlangsung, saksi dari paslon 02 menolak untuk tanda tangan.

“Kita tidak tahu alasan saksi 02 tidak mau tanda tangan,” imbuhnya.

Selain di Ngawi, hal serupa juga terjadi di Kota Pasuruan. Saksi paslon 02 menolak menandatangani hasil rekapitulasi.

“Pasangan 01 unggul di 4 kecamatan,” ucap Komisioner KPU Kota Pasuruan, Basori Alwi, pada Rabu (1/5).

Di Kota tersebut, Jokowi-Ma’ruf memperoleh 71,351 suara. Sementara Prabowo-Sandi mendapat 53.943 suara.

Menurut Basori, saksi 02 mengikuti seluruh rangkaian rekapitulasi sejak awal namun menolak tanda tangan.

“Saksi 02 mengikuti semua tahapan rekapitulasi dan mengakui proses berlangsung jurdil. Tapi menolak tanda tangan hasilnya karena merupakan instruksi dari pusat,” jelas Basori. (Ay/Kompas/Detik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*