foto: twitter

foto: twitter

Jakarta, LiputanIslam.com — Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo kembali menjadi bulan-bulanan netizen. Pasalnya, ia kerapkali menunjukkan ketidak-peduliaannya ketika ditanya suatu kasus. Ucapan ‘bukan urusan saya’ yang sering terlontar, dinilai tidak humanis. Netizen ramai-ramai menggunakan hastag #BukanUrusanSaya, dan hingga berita ini diturunkan, tagar tersebut menempati posisi dua trending topic.

Kapan saja Jokowi menyatakan kasus-kasus terkait bukan merupakan urusannya?

Kasus Bus TransJakarta

Kejaksaan Agung (Kejagung) memberi sinyal untuk segera memeriksa Jokowi yang saat itu menjabat Gubernur DKI Jakarta terkait kasus bus Transjakarta yang rusak. Saat ditanya media, bagaimana tanggapannya ia menjawab bahwa kasus itu sudah masuk wilayah hukum.

“Sudah masuk wilayah hukum, wilayah hukum, wilayah hukum. Sudah lah, bukan urusan saya lagi,” kata Jokowi, seperti dilaporkan republika.co.id, 3 April 2014.

Kasus Konstruksi Jembatan Blog G

Jembatan penghubung Blok G dan Blok F yang bergeser dari konstruksinya sekitar 10-15 derajat. Saat ditanya wartawan, Jokowi pun menyatakan, bahwa jembatan ini bukan masalah yang harus ditangani oleh seorang gubernur.

“Jembatan kayak gitu urusan Dirut Pasar Jaya. Enggak usah gubernur. Itu urusan kecil kok, enggak usah gubernur,” ujar Jokowi, 3 April 2014, seperti dilansir metrotvnews.

Ia juga menyatakan bahwa persoalan itu merupakan tanggung jawab kontraktor pelaksana. “Itu urusan kontraktor. Urusan kecil-kecil gitu kok tanyakan ke gubernur. Kayak saya enggak ada kerjaan yang besar yang lain,” tandasnya.

Kasus Kanopi Balaikota Ambruk

Kanopi di Gedung Blok G Balai Kota yang roboh, dan mengakibatkan genteng di atas ruangan tempat Wakil Gubernur DKI Jakarta hancur. Bagaimana tanggapan Jokowi?

“Tidak tahu, saya tidak tahu. Kanopi [runtuh] ditanyakan ke saya? Tanyanya ke sana, itu urusan Dinas Perumahan,” kata Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jumat 29 Agustus 2014, seperti dilansir vivanews.com.

Jokowi menuturkan, dia akan menanyakan dulu kepada Kepala Dinas perumahan DKI Jakarta, Yonathan Pasodung, terkait terjadinya insiden itu. Saat ini dia belum mendapatkan laporan secara resmi dari dinas itu.

Kasus Tewasnya Pendemo Kenaikan BBM

Seorang warga bernama Ary, tewas saat ada demo penolakan kenaikan BBM di Makassar. Menanggapi laporan tersebut, Jokowi menyebut itu adalah urusan polisi.

“Itu kan sebenernya urusan di kepolisian. Dan ada dari TNI yang melakukan tugas pembantuan ” ujarnya, seperti dilansir merdeka.com, 28 November 2014.

Di jagad twitter juga marak beredar meme mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Presiden Jokowi. Kendati SBY sering dikecam lantaran sering mengumbar pernyataan ‘saya turut prihatin’, hal itu dinilai masih lebih manusiwi dibandingkan ‘bukan urusan saya’ ala Jokowi. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL