boltonWashington, LiputanIslam.com–Presiden Barack Obama mengumumkan beberapa sanksi ekonomi terhadap Rusia pada Kamis (29/12/16), termasuk pengusiran 35 diplomat Rusia, sebagai balasan dari serangan cyber di pemilu presiden AS.

Namun, pejabat Partai Republik dan mantan dubes AS, John Bolton, mengaku tidak puas dengan tindakan keras Obama tersebut.

“Saya merasa sanksi tersebut takkan berpengaruh sama sekali,” kata Bolton dalam wawancara dengan Fox News, Jumat lalu.

“Pemerintah Rusia bermain di pemerintahan Obama selama delapan tahun. …Jadi tindakan [sanksi AS] tersebut akan sulit berdampak [kepada Rusia],” katanya.

Bolton menambahkan, jika sanksi itu ditujuan untuk menakut-nakuti Rusia, maka Amerika Serikat harus “membuat Rusia merasa kesakitan.”

Pemerintah AS membuat pengumuman pada Kamis lalu bahwa Komunitas Intelejen AS sepakat bahwa Rusia telah melakukan intervensi dalam pemilu AS dengan melakukan cyberhacking dan ini adalah sebuah tindakan yang “tak dapat diterima dan ditoleransi.”

“Peretasan oleh Rusia berefek terhadap pemilu, menjatuhkan kepercayaan dan integritas dalam proses pemilihan, dan menjatuhkan kepercayaan diri dalam institusi dan pemerintahan AS,” demikian yang tertulis di pengumuman tersebut.

Sementara itu, Moscow menolak tuduhan peretasan tersebut, dan meminta Obama untuk memberikan bukti intervensi yang dituduhkan. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL