jk Jakarta, LiputanIslam.com–Wacana yang digulirkan oleh Wapres Jusuf Kalla mengenai pemangkasan jam kerja bagi tenaga kerja wanita memunculkan pro-kontra. Beberapa pihak mengkritik kebijakan tersebut karena dinilai dapat menimbulkan ketidakadilan gender. JK pun mengklarifikasinya.

“Siapa yang protes? Siapa bilang? Orang salah pengertian. (Hal itu diberikan) hanya kepada ibu-ibu yang punya anak kecil sampai SD,” ujar JK seperti dikutip Detik.com, Rabu (3/12/2014).

Menurutnya, apabila direalisasikan, kebijakan tersebut hanya diberikan kepada para ibu yang memiliki anak berumur di bawah 6 tahun. Hal tersebut bertujuan agar rasa cinta kepada keluarga khususnya anak tidak terlupakan.

“Hanya yang punya anak kecil, mau menyusui, antar ke sekolah, supaya bangsa ini tetap merasa cinta kepada keluarga dan sebagainya, jangan seperti anak dilupakan. Range umur anak hingga 6 tahun, tidak semua. Karena fitrah perempuan harus menyusui,” jelasnya.

Selain itu, JK juga mengusulkan agar setiap kantor harus memiliki tempat penitipan anak. Hal tersebut bertujuan agar para ibu yang tak dapat menitipkan anak mereka kepada sanak keluarga lain, dapat menitipkan buah hati mereka di tempat penitipan anak yang ada di kantor.

“Kantor kalau bisa yang harus ada penitipan anak,” kata JK.

Sementara itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) menyambut baik usulan tersebut.

“Kalau usulan itu bisa diimplementasikan tentu sangat baik bagi tumbuh kembang anak-anak Indonesia,” kata Plt. Kepala BKKBN, Fasli Jalal, seperti dikutip Antara (27/11).

Menuru Fasli, jika jam keja perempuan dikurangi maka mereka akan lebih banyak waktu untuk mengurusi anak-anak.

“Terlebih lagi tumbuh kembang anak itu sangat baik jika anak dan orang tuanya sering berinteraksi. Keberadaan orang tua sangat penting dalam meningkatkan kualitas anak-anak,” tambah Fasli. (fa)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL