14-dubes-eropa-hadiri-peringatan-10-tahun-tsunami-acehBanda Aceh, LiputanIslam.com – Hari ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama 14 Duta Besar dari Uni Eropa untuk Indonesia menghadiri puncak peringatan 10 tahun gempa dan tsunami Aceh.

Duta besar negara-negara Eropa yang menghadiri peringatan 10 tahun tsunami di antaranya, Jerman, Slovakia, Belgia, Denmark, Inggris, Swedia, Irlandia, Belgia, Irlandia, Turki, dan Norwegia. Peringatan 10 tahun tsunami dipusatkan di Lapangan Blangpadang, Kota Banda Aceh. Selain belasan duta besar dari negara Eropa, peringatan 10 tahun tsunami tersebut juga dihadiri Wakil Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam, Asean.

Uni Eropa ikut terlibat dalam rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pasca tsunami dengan mengucurkan bantuan senilai 2 miliar euro, terdiri 566 juta euro bantuan kemanusiaan dan 1 miliar euro bantuan rekonstruksi jangka panjang.

Seperti diketahui, bencana gempa skala 9,3 SR disusul tsunami di Samudra Hindia pada 26 Desember 2004 menyebabkan sebagian wilayah Aceh hancur total. Lebih 250 ribu orang meninggal dunia, ratusan ribu lainnya kehilangan tempat tinggal.

JK juga menyempatkan berziarah di makam massal korban tsunami di desa Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Ia berdoa dan menabur bunga di monumen makam massal tersebut.

Dari laporan merdeka.com, 26 Desember 2014, makam Siron ini merupakan pemakaman massal korban tsunami 10 tahun silam, sekaligus, makam terbesar menguburkan jenazah korban tsunami. Ada sekitar 48.718 jenazah dimakamkan.

Muhammad Kasim (63), menuturkan getirnya kisah pasca tsunami di pemakaman ini, seperti ia harus mengumpulkan tulang belulang yang berserakan di kuburan. Menurutnya, ada jenazah yang ditanam terlalu dangkal, sehingga digali oleh binatang buas seperti anjing.

Panggilan dari hatinya membuat ia dan relawan lainnya mengumpulkan, dan mengubur, dan merawat kuburan massal ini baik-baik, sebelum pemerintah akhirnya melakukan pemugaran. Muhammad Nasir mengatakan, sebelum tahun 2007 itu dia bekerja secara swadaya tanpa ada bayaran. Baru pada pertengahan 2007 sudah mendapatkan honor dari pemerintah.

Kendati demikian, Muhammad Yasin berharap kepada pemerintah pusat, terutama Wapres JK yang sudah beberapa kali berkunjung ke sini untuk melakukan pemugaran. Karena setiap bulannya ada 300 orang lebih berkunjung ke sini.

Apalagi, tambah dia, lokasi makam ini terletak di jalan menuju Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang. Semua baik orang lokal, maupun mancanegara pasti melintasi makam ini. “Jadi butuh pemugaran yang lebih indah lagi,” tandasnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL