Washington, LiputanIslam.com—Mantan presiden Amerika, Jimmy Carter, menilai bahwa pemerintah AS kini bekerja secara “oligarki daripada demokrasi”.  Ia juga mengkritik pendekatan Donald Trump yang sia-sia dalam menghadapi Korea Utara.

Carter mengatakan hal itu dalam acara ‘Conversation with the Carters’ di Carter Center, Atlanta, pada Selasa lalu. Menurutnya, permainan uang dalam politik adalah penyebab pemerintah AS terlihat seperti oligarki daripada demokrasi.

“Uang dalam politik menyeleweng esensi atas apa yang membuat Amerika hebat dalam sistem politiknya sendiri,” tukasnya.

Carter lalu membahas ketegangan yang terjadi antara AS dan Korea Utara. Ia mengaku, jika dia menjadi presiden, hal pertama yang akan ia lakukan adalah “memperlakukan Korut dengan rasa hormat.”

“Saya tahu apa yang diinginkan Korea Utara,” katanya.

“Mereka menginginkan jaminan bahwa AS tidak akan menyerang mereka atau melukai mereka dengan cara apapun… Namun Amerika menolak permintaan itu,” ujarnya.

Carter menambahkan, ia akan mengirim wakilnya ke Pyongyang secepatnya, kalau bukan dia sendiri yang pergi ke sana.

Presiden AS ke-39 itu pernah mengunjungi Korut sebanyak tiga kali antara tahun  1994 dan 2011.

Sampai kita mau berbicara dengan mereka dan memperlakukan mereka dengan rasa hormat sebagai sesama manusia, maka saya pikir kita tidak akan membuat kemajuan apapun,” imbuhnya. (ra/mintpress)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL