Washington, LiputanIslam.com—Menteri Pertahanan AS Jim Mattis memanfaatkan hari-hari terakhirnya bekerja di pemerintahan dengan menyikut atasannya, Presiden Trump.

Mattis berencana meninggalkan jabatannya pada bulan Februari mendatang. Pasalnya, ia membuat marah Trump karena mengkritik keputusan sang presiden untuk menarik pasukan AS keluar dari Suriah. Akibatnya, Mattis dipecat dua bulan lebih awal.

Dalam surat perpisahannya, Mattis menyampaikan pesan kepada karyawan Pentagon bahwa Departemen Pertahanan “berada di titik terbaik ketika sedang di masa paling sulit”. Ia pun mendorong mereka untuk “menjaga kepercayaan kepada negara dan berpegang teguh bersama sekutu kita untuk melawan musuh kita. ”

Selain itu, Mattis juga mengutip ucapan Presiden Lincoln kepada komandan Union Force, Jenderal Ulysses S. Grant, pada minggu-minggu terakhir Perang Sipil: “Jangan biarkan apapun yang mengubah, menghalangi, atau menunda gerakan militer atau rencana Anda.”

Surat ini dianggap sebagai sikutan halus sang menteri kepada Trump,

Sebelumnya, Trump sempat menyinggung “beberapa Jenderal gagal” karena mengkritik keputusannya meninggalkan Suriah dan mengurangi operasi militer di Afghanistan.

“Saya memutuskan keluar dari Suriah dan tempat lainnya. Kini … ada beberapa Jenderal gagal yang tak bisa melakukan pekerjaan mereka sebelum saya datang, [mereka] mengkritik saya & taktik saya…,” tulis Trump dalam akun Twitter-nya, yang dinilai oleh banyak orang sebagai pesan kepada Mattis.

Trump telah memilih Wakil Menper Patrick Shanahan untuk menjabat sebagai menteri pertahanan sementara, sampai adanya keputusan siapa yang layak menggantikan Mattis. (ra/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*