LiputanIslam.com – Berdasarkan hasil quick count, Jokowi dinyatakan unggul oleh beberapa lembaga survei. Jika menjabat lagi menjadi presiden, Ekonom Institute for Development on Economic (Indef), Bhima Yudistira, menyarankan kepada Jokowi untuk merombak kinerja perekonomian.

“Perlu ada perombakan karena kinerja perekonomian kita masih di bawah ekspektasi,” ucap Bhima sebagaimana yang dilansir Tempo pada Sabtu (27/4).

Bhima menambahkan bahwa sektor perekonomian yang harus segera dibenahi adalah sektor perdagangan.

Menurut catatan BPS pada 2018, Indonesia alami defisit perdagangan mencapai angka US$ 8,57 miliar atau setara 128,5 triliun dengan kurs dollar Amerika Serikat Rp. 15 ribu.

Selain perdagangan, Bhima juga menyoroti kebijakan impor komoditas sepeti beras, garam, hingga gula. Bahkan ia ungkapkan bahwa Indonesia tercatat sebagai importir gula terbanyak di dunia hingga 2,2 juta ton pada 2018. Hal ini disebabkan pemerintah belum bisa meningkatkan produksi pertanian secara signifikan sehingga harus impor dari negara lain.

Bhima juga menambahkan bahwa persoalan perekonomian seperti manajemen impor harusnya sudah kelar di level koordinasi, kerap berlarut, dan mesti diselesaikan presiden. (Ayu/Tempo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*