Washington, LiputanIslam.com—Badan intelijen AS, Central Intelligence Agency (CIA) merupakan dalang pembunuhan mantan presiden John “Jack” F. Kennedy (JFK), adiknya Robert “Bobby” F. Kennedy (RFK), dan Martin Luther King. Demikian analisis seorang penulis asal Amerika, Stephen Lendman, dalam wawancara kepada Press TV.

Komentar ini dikatakan Lendman saat membahas topik perilisan dokumen tentang pembunuhan JFK oleh pemerintah Trump.

Beberapa waktu yang lalu, Presiden Donald Trump mengatakan akan merilis semua file informasi yang berhubungan dengan pembunuhan Kennedy dengan beberapa penyuntingan. Hal ini supaya mencegah “segala teori konspirasi” yang tersebar di publik. Akhirnya pada Kamis lalu, pemerintah membuka 2.800 dokumen, namun menunda beberapa file “sensitif” atas permintaan dari CIA.

Trump beralasan ia tidak punya pilihan dengan menahan file-file tersebut karena itu dapat membahayakan keamanan nasional AS.

Menurut Lendman, merilis semua informasi tentang pembunuhan Kennedy malah “membahayakan CIA karena [merekalah] yang membunuh John Kennedy, Bobby Kennedy, dan Martin Luther King.”

“Sirhan Sirhan masih hidup di penjara, dia tidak bersalah atas pembunuhan Bobby Kennedy. Lee Harvey Oswald tidak bersalah atas kasus Jack Kennedy. CIA lah yang membunuh Jack Kennedy,” kata Lendman.

“Dan Kennedy tidak ditembak dua kali dari belakang seperti dilaporkan. Dia ditembak setidaknya empat kali, dari depan dan belakang. Dan ada lubang tembakan di kaca depan mobil limusin nya, dan itu ditutup-tutupi…,” paparnya.

Dia menambahkan bahwa Trump hanya merilis dokumen-dokumen tak berarti, dan “apapun yang memberatkan CIA sudah dibersihkan.”

Kennedy menjabat sebagai presiden AS dari Januari 1961 hingga kematiannya pada 22 November 1963, di Dallas, Texas. Kasus tersebut telah menjadi topik konspirasi selama lebih dari 50 tahun.

Menurut ilmuwan dan peneliti Amerika, Dr. Kevin Barrett, pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kasus ini juga termasuk mantan presiden Lyndon B. Johnson, mantan direktur CIA Allen Dulles, badan intelijen Israel, Mossad, dan anggota militer dan industri AS. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL