Sumber: Memo

Berlin,LiputanIslam.com—Kementerian bidang ekonomi Jerman mengumumkan pada Minggu (16/6), bahwa pemerintah Jerman telah menyetujui kesepakatan ekspor senjata senilai € 800 juta dengan Mesir selama periode 1 Januari hingga 5 Juni 2019.

Pengumuman ini disampaikan sebagai respon atas permintaan partai oposisi di Jerman. Omid Nouripour, menjelaskan bahwa mereka telah menandatangani 13 kesepakatan ekspor pertahanan dengan Mesir. Meski begitu, ia tidak memberikan rincian tentang senjata apa saja yang diekspor ke negara tersebut.

“Pemerintah Jerman tahun ini menyetujui lebih dari € 1 miliar ekspor senjata kepada anggota koalisi pimpinan Saudi yang kini tengah terlibat langsung dalam perang di Yaman,” Tulis Deutsche Presse-Agentur (DPA).

Pernyataan itu menambahkan bahwa Berlin telah menyetujui total 56 kesepakatan ekspor senjata antara 1 Januari hingga 5 Juni. Di antaranya adalah ekspor pertahanan ke Mesir senilai € 801,8 juta, ekspor ke Uni Emirat Arab senilai € 26,1 juta, dan dua kesepakatan lagi kepada Arab Saudi.

Jerman adalah salah satu dari lima eksportir senjata terbesar di dunia. Tahun lalu, negara itu memberlakukan penghentian sementara ekspor senjata ke Arab Saudi menyusul pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, di konsulat Arab Saudi di Turki.

Baca: Belgia Larang Ekspor Senjata ke Saudi

Sejak Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi mengambil alih kekuasaan pada Juni 2014, Kairo terus menandatangani perjanjian pembelian senjata dengan negara-negara Barat pada saat negara tersebut menderita krisis ekonomi yang parah dan defisit anggaran yang terus meningkat. Para ahli menilai langkah el-Sisi hanyalah upaya untuk mengalihkan perhatian negara-negara Barat dari catatan buruk hak asasi manusia di negara itu. (fd/Memo)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*