Spying on journalists2Berlin, LiputanIslam.com — Para penyidik Jerman melakukan penggeledahan di rumah seorang pegawai kementrian pertahanan yang diduga melakukan tindakan mata-mata untuk AS. Ini adalah kasus kedua sejenis dalam seminggu terakhir.

Kantor media BBC melaporkan, Rabu petang (9/7), selain rumah tersangka, kantor tempat bekerjanya pun tidak luput dari pemeriksaan aparat penyidik di Karlsruhe. Namun belum ada laporan tentang penangkapan tersangka.

Sebelumnya di awal bulan Juli, seorang pegawai dinas inteligen Jerman (BND) telah ditangkap setelah diketahui menyelundupkan data-data inteligen ke inteligen AS. Pada hari Senin (7/7), AS berjanji akan bekerjasama dengan penyidik AS menyelesaikan kasus ini. AS tidak membantah adanya tindakan mata-mata yang melibatkan aparatnya di Jerman.

Media-media massa Jerman menyebutkan bahwa penyidikan terakhir ini lebih serius daripada kasus sebelumnya yang menimpa seorang anggota BND.

Kementrian pertahanan Jerman mengatakan bahwa penyidikan kini tengah berlangsung, namun tidak memberikan keterangan lebih mendetil.

Pada bulan Oktober 2013 kanselir Jerman Angela Merkel menelpon Presiden AS Barack Obama setelah munculnya laporan bahwa AS telah menyadap ponselnya. Juni 2014 Jerman mengumumkan dilakukannya penyelidikan atas kasus penyadapan ponsel Angela Markel. Selanjutnya pada tanggal 4 Jul 2014 seorang pegawai BND ditangkap karena dugaan melakukan tindakan mata-mata untuk AS.

Dubes AS untuk Jerman John Emerson telah dipanggil Menlu Jerman untuk memberikan keterangannya mengenai kedua kasus terakhir ini.

Penyidik Jerman memang belum menyebutkan negara asing yang diduga terlibat dalam aksi mata-mata, namun media-media massa Jerman secara gamblang menyebutnya sebagai kasus “mata-mata AS”.

Baik Kedubes AS di Jerman maupun kementrian luar negeri AS belum memberikan pernyataan tentang kasus terakhir ini. Namun pada hari Rabu (9/7) Dubes John Emerson kembali mendatangi kantor kemenlu Jerman untuk bertemu Menlu Stephan Steinlein, 5 hari setelah sebelumnya ia melakukan hal yang sama.

Media Jerman Die Welt melaporkan bahwa tersangka kasus terakhir adalah seorang anggota militer Jerman. Sementara German TV menyebutkan kasus terakhir tidak terkait dengan kasus sebelumnya.

Kanselir Angela Merkel hari Senin (7/7) mengatakan bahwa jika benar kasus kegiatan mata-mata AS, hal itu merupakan pelanggaran nyata dari kerjasama saling percaya antara Jerman dan AS. Kedua negara yang merupakan anggota kuat aliansi NATO telah menjalin hubungan dekat selama beberapa dekade, namun aksi-aksi mata-mata dan penyadapan tersebut membuat hubungan itu berada di titik terendah saat ini.

Kasus mata-mata AS di Jerman pertama kali terbongkar atas pengakuan mantan pegawai National Securicy Agency AS, Edward Snowden, yang kini berada di Rusia.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL