tank jermanBerlin, LiputanIslam.com — Jerman akan mengaktifkan kembali sekitar 100 tank yang disimpan di gudang sebagai reaksi atas krisis Ukraina yang dianggap sebagai ancaman jangka panjang.

Selama ini sebagian besar tank-tank tersebut berada di gudang-gudang milik industri, terutama industri pertahanan, setelah dijual pemerintah setelah berakhirnya Perang Dingin.

Kemenhan Jerman menyebutkan pihaknya akan menghabiskan sekitar €22 atau lebih dari Rp 300 miliar untuk membeli kembali tank-tank itu. Demikian seperti dilansir BBC News, Jumat petang (10/4).

NATO bulan Februari lalu sepakat untuk membentuk pasukan reaksi cepat untuk menghadapi krisis Ukraina dan ancaman teroris. Langkah tersebut memberikan tanda bahwa NATO menganggap krisis di Ukraina, dimana NATO menuduh Rusia mencaplok Krimea dan membantu para pemberontak separatis Ukraina timur, lebih dari sekedar krisis sementara.

Jubir Kemenhan Jerman Jens Flosdorff membenarkan laporan media Jerman Der Spiegel yang menyebutkan bahwa 100 tank Leopard 2 akan dibeli kembali dari industri, yang selama ini menyimpannya di gudang.

Flosdorff mengatakan bahwa Jerman harus memastikan untuk bisa menggelar pasukan dengan peralatan yang tepat dengan cepat.

“Ini hanya bisa bisa berhasil jika peralatan-peralatan itu tidak perlu dipindahkan dari pedalaman,” kata Flosdorff.

Tank-tank itu terlebih dahulu akan diperbaharui pada tahaun 2017 sebelum digelar kembali. Langkah ini sekaligus membatalkan keputusan pemerintah Jerman 4 tahun lalu untuk mengurangi jumlah tanknya dari 350 menjadi 225.

Jerman pernah terlibat perang tank terbesar dalam sejarah dengan pasukan Rusia selama Perang Dunia II. Dengan tank-tank T-34 yang lebih lincah dan kuat, Rusia berhasil mengalahkan tank-tank Jerman yang lebih besar seperti Tiger dan Panther.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL