wartwn jepangTokyo, LiputanIslam.com — Jepang akan melakukan segalam cara untuk membebaskan warganegaranya yang ditawan kelompok teroris ISIS.

Menteri Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, mengatakan bahwa pemerintah Jepang tengah mengupayakan untuk bisa mengontak para penculik 2 warga Jepang itu namun juga mengklaim tidak akan menyerah pada terorisme.

“Kami tengah mengupayakan segala cara untuk menyelamatkan mereka,” kata Suga sebagaimana dilansir BBC News, Kamis (22/1), seraya mengakui bahwa pemerintah Jepang belum mendapatkan kontak langsung dengan para penculik.

Sebelumnya pada hari Selasa (21/1), ISIS merilis video yang menunjukkan kedua tawanan tersebut dan menuntut tebusan senilai $200 juta dalam waktu 72 jam. Jika batas waktu berakhir tuntutan tersebut tidak dipenuhi, para tawanan itu akan dibunuh. Batas waktu ini akan berakhir hari Jumat.

Kedua warga Jepang yang ditawan itu adalah jurnalis terkenal Kenji Goto, dan Haruna Yukawa, yang berpengalaman di bidang militer.

Jumlah tebusan yang diminta tersebut sama dengan jumlah bantuan yang dijanjikan Jepang kepada negara-negara yang memerangi ISIS, yang disampaikan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe dalam kunjungan ke kawasan Timur Tengah, hari Sabtu (17/1).

Para pejabat Jepang mengatakan jumlah tersebut ditujukan terutama bagi penangangan pengungsi di Irak dan Suriah. Suga menyebut, militan telah salah pengertian dengan posisi Jepang.

“Kami tidak ingin berperang melawan dunia Islam. Kami hanya ingin membantu lebih dari 10 juta pengungsi di wilayah itu. Ini murni kemanusiaan dan bukan bantuan militer,” kata Suga.

Sementara itu pada hari Kamis (22/1) para pejabat dari 21 negara berkumpul di Inggris untuk membicarakan tentang masalah ISIS.

AS dan sekutu-sekutunya telah melancarkan kampanye serangan udara atas posisi-posisi ISIS di Irak dan Suriah, namun Menlu Inggris Philip Hammond mengatakan bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan untuk mengalahkan ISIS.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*