abe amerikaWashington DC, LiputanIslam.com — Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyatakan penyesalan mendalam kepada AS atas korban yang terjadi dalam Perang Dunia II. Hal itu disampaikan Abe dalam pidatonya di hadapan Congress AS, Rabu (29/4).

Dalam pidatonya itu Abe menyampaikan ‘penghormatan mendalam’ dan ‘duka cita abadi’ bagi prajurit-prajurit AS yang menjadi korban perang.

Dalam kunjungannya ke AS itu Abe membawa misi utama mendiskusikan kerjasama perdagangan trans-Pasifik dengan AS. Ia dan Presiden Obama juga telah sepakat dengan ‘panduan baru’ kerjasama keamanan bilateral.

“Teman-teman (anggota Congress), atas nama pemerintah dan rakyat Jepang, saya menyampaikan dengan penghormatan yang mendalam, duka cita abadi atas jiwa-jiwa rakyat Amerika yang hilang selama Perang Dunia II,” kata Abe dalam pidatonya, seperti dilaporkan BBC News, Kamis (30/4).

Tepuk tangan pun menggema setelah pidato yang sekaligus sebagai peringatan berakhirnya Perang Pasifik antara Jepang dan AS tersebut. Sebelumnya Abe telah melakukan upacara penghormatan di taman makam pahlawan perang AS di Washington DC.

Abe juga mengakui bahwa Jepang telah membawa penderitaan terhadap rakyat negara-negara Asia, dan hal itu tidak bisa diabaikan begitu saja.

“Kita tidak bisa mengalihkan pandangan mata kita dari hal itu,” kata Abe.

Namun berbeda dengan AS, Abe tidak menyatakan permohonan ma’afnya atas hal itu.

Puluhan ribu wanita jajahan Jepang di Asia selama perang telah menjadi korban perbudakan seks. Salah satu dari mereka adalah Lee Yong-soo, wanita asal Korea yang juga hadir di ruang sidang Congress saat Abe berpidato. Ia datang atas undangan anggota Congress dari Partai Demokrat, Mike Honda, yang dikenal sering mengkritik Abe.

Abe merupakan perdana menteri Jepang pertama yang berpidato di hadapan sidang gabungan Congress AS, dan hal itu menjadi tanda hubungan kedua negara yang semakin baik.

Dalam pidatonya Abe juga mendesak anggota lagislatif Congress untuk mendukung pakta kerjasama Trans-Pacific Partnership (TPP), “demi anak cucu kita,” kata Abe kepada anggota Congress.

TPP ditujukan untuk meliberalisasikan pasar-pasar di 12 negara Asia Pasifik dan Jepang merupakan salah satu pemain utamanya.

Selain perdagangan dan ekonomi, kerjasama itu, kata Abe adalah untuk mengkampanyekan nilai-nilai hukum, demokrasi, dan kebebasan.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL