russia drillTokyo, LiputanIslam.com — Jepang menyatakan kemarahannya atas langkah Rusia mengelar latihan perang di wilayah sengketa antara kedua negara di utara Jepang.

Jepang pun menyatakan protes kerasnya kepada Rusia atas latihan perang yang digelar Rusia di Kepulauan Kuril yang disengketakan. Perdana Menteri Shinzo Abe, menyebut latihan perang itu sebagai “sama sekali tidak bisa diterima”. Demikian laporan BBC News, Kamis (14/8).

Jepang sebenarnya telah berusaha meningkatkan hubungan kedua negara setelah hubungannya dengan Cina merenggang setelah terjadinya pertikaian wilayah dengan Cina atas beberapa pulau di Laut Cina, namun langkah Jepang mendukung sanksi ekonomi terhadap Rusia terkait konflik Ukraina membuat Rusia marah, dan latihan militer yang memprovokasi Jepang itupun dilangsungkan.

Media-media Rusia menyebutkan sekitar 1.000 pasukan dan sejumlah helikopter serbu terlibat dalam latihan perang tersebut.

Perselisihan atas status kepulauan Kuril tersebut membuat kedua negara gagal menandatangani perjanjian damai paska berakhirnya Perang Dunia II.

Rusia mencaplok wilayah tersebut dari Jepang pada akhir Perang Dunia II dan mengusir warga Jepang di pulau tersebut.

Abe telah bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin sebanyak lima kali pada tahun pertama pemerintahannya. Ia berusaha meningkatkan hubungan kedua negara demi mengamankan suplai energinya dari Rusia.

Namun upaya itu berantakan setelah Jepang secara mengejutkan mendukung langkah barat memberi sanksi ekonomi kepada Rusia setelah Rusia menganeksasi Krimea.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL