US guided missile cruiser (R) leads JapaTokyo, LiputanIslam.com — Jepang kemungkinan akan segera menerima bantuan persenjataan berat dari AS di tengah ketegangan hubungannya dengan Cina.

Seperti dilaporkan BBC, Kamis (11/9) petang, pembicaraan tentang pengiriman senjata-senjata berat AS itu tengah dilakukan kedua negara, meski AS mengakui tidak ada pembicaraan resmi tentang hal itu. Reuters menyebut, setidaknya 3 pejabat Jepang terlibat dalam pembicaraan itu.

Seorang pejabat AS mengatakan, pihak Jepanglah yang berinisiatif dalam pembicaraan ini sejak tahun lalu.

Jepang disebut-sebut membutuhkan dukungan AS untuk penyesuaian doktrin militernya, sekaligus mengubah kerangka dasar hubungan pertahanan kedua negara. Dengan doktrin baru ini AS akan menyediakan senjata-senjata berat bagi pasukan Jepang yang beroperasi di luar negeri, serta senjata nuklir. Sementara Jepang bertanggungjawab atas pertahanan dalam negeri.

Washington tidak memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan offensif militer Jepang, “sebagian karena Jepang tidak mengembangkan konsep yang spesifik, atau datang kepada kami dengan permintaan khusus,” kata seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Sejak Perang Dunia II, konstitusi Jepang melarang Jepang menjadi negara agresor dan mendedikasikan militernya sepenuhnya untuk pertahanan. Namun sejak kepemimpinan periode kedua Perdana Menteri Shinzo Abe tahun 2012 lalu, Jepang berusaha mengubah paradigma itu.

Bulan Juli lalu pemerintah Jepang mengubah sendiri interpretasi konstitusi tentang larangan menjadi kekuatan agresor dengan mengijinkan pengiriman pasukan ke luar negeri “Saat terdapat ancaman nyata terhadap Jepang atau jika hak-hak hidup, kebebasan dan hak mencari kebahagiaan rakyat Jepang terancam,” kata Abe.

Sejak menjabat perdana menteri, Abe juga telah mengubah secara mendasar kecenderungan militerisme Jepang dengan meningkatkan anggaran pertahanan serta melonggarkan ekspor senjata. Abe menambah sejumlah besar drone, pesawat-pesawat tempur siluman dan kapal selam modern.

Sedangkan dalam hal ekspor senjata, Jepang dan AS sepakat untuk mengekspor peralatan sensor buatan Jepang yang digunakan pada rudal-rudal sistem pertahanan udara PAC-2, ke Qatar dan negara-negara lain.

Langkah-langkah itu seiring dengan hubungan Jepang dan Cina yang semakin memanas serta kekhawatiran Jepang terhadap Korut yang terus mengembangkan program roketnya.

Persaingan Jepang dan Cina juga terjadi dalam lingkup hubungan luar negeri di kawasan. Setelah Jepang berhasil menjalin hubungan stategis dengan Sri Lanka, maka Cina pun mendekati Pakistan, Sri Lanka dan Bengladesh untuk membantu pembangun pelabuhan-pelabuhan dan membuka prospek pembangunan pangkalan laut di kawasan.

“Jepang akan mengkaji kemampuan offensif militernya selama 5 tahun, dan kemudian mulai mendapatkan perangkat kerasnya,” kata seorang pejabat Jepang kepada BBC News.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL