rossiAlabama, LiputanIslam.com–John Rossi, seorang jenderal bintang dua AS berusia 55 tahun, ditemukan tewas pada 31 Juli di rumahnya, di kawasan selatan Alabama. Pria yang telah bekerja di pusat militer untuk program militer dan roket selama lebih dari 50 tahun itu dinyatakan melakukan tindakan bunuh diri.

“Ini adalah kehilangan besar bagi keluarga Rossi dan, tentu saja, seluruh keluarga militer,” kata seorang juru bicara militer tanpa menjelaskan lebih lanjut alasan potensial terkait tindakan bunuh diri tersebut.

“Kami telah memfokuskan perhatian terhadap orang-orang muda… yang melakukan tindakan [bunuh diri]  sebagai penyebab kematian kedua nasional. Data terbaru menunjukkan warga Amerika di usia pertengahan adalah populasi paling beresiko,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa “tindakan bunuh diri tidak mengenal ras, usia, gender atau jabatan.”

Departemen Pertahanan AS melaporkan bahwa total 265 tentara aktif mereka meninggal karena bunuh diri selama tahun 2015. Jumlah tersebut naik dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan informasi dari Centers for Disease Control, angka bunuh diri di antara tentara AS adalah mendekati 30 kasus per 100.000 tentara. Sebagai perbandingan, angka kematian pada tahun 2014 adalah sebanyak 13 per 100.000 tentara.

Namun demikian, kematian Rossi menimbulkan kecurigaan publik karena inilah untuk pertama kalinya ada kasus bunuh diri yang dilakukan perwira tinggi. Apalagi, bunuh diri itu dilakukan dua hari sebelum Rossi diangkat menjadi komandan di US Army Space dan Missile Defense Command dan Army Forces Strategic Command. Rossi sebelumnya memimpin US Army Fires Center of Excellence di Fort Still, Oklahoma. Jenderal berbintang dua ini selama ini telah menerima beberapa bintang jasa dari pemerintah. (ra/presstv)

DISKUSI:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL