Joseph Votel

Washington, LiputanIslam.com–Komandan militer AS untuk Timur Tengah, Joseph Votel, mengatakan bahwa Iran menghancurkan Timur Tengah dan harus dihentikan dengan berbagai cara, termasuk dengan kekuatan militer.

Dalam laporan yang dirilis oleh House Armed Services Committee pada Rabu lalu, Votel menyebut aktivitas penghancuran Iran adalah “ancaman terbesar untuk stabilitas kawasan.”

“Kita harus mencari kesempatan di mana kita bisa menyerang dengan kekuatan militer… dan membuat mereka bertanggungjawab atas apa yang mereka lakukan [di Timur Tengah].” katanya.

Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei  mengatakan, pengaruh Iran yang meninggi dan dukungan negara lain untuk Repblik Islam adalah alasan utama di balik kritik pemerintah Amerika atas perkembangan Iran.

Dalam wawancara dengan Press TV pada Kamis (9/03/2017), Marwa Osman, seorang jurnalis dan analis politik dari Beirut, mengatakan, “pemerintah AS khawatir atas Iran yang kuat, karena mereka tahu jika situasi di Timur Tengah berubah menjadi berpihak ke Iran, maka AS tidak punya tempat lagi di kawasan terutama kawasan kaya minyak.”

Menurut Osman, AS menolak kekuatan regional apapun muncul di Timteng terutama setelah sekutu di Teluk Persia mereka kehilangan kontrol politik dan militer di kawasan.

Dengan meminta Washington untuk mengubah kebijakan terhadap Iran, Osman mengatakan Iran telah menunjukkan diri sebagai negara yang kuat, berpengaruh, dan sukses berdiri melawan tekanan AS sejak Revolusi Islam pada tahun 1979.

Osman menilai, AS sedang menghadapi “polarisasi” dalam pemerintah Trump dan mereka hanya ingin menyalahkan negara lain seperti Iran untuk masalah mereka sendiri di Timur Tengah. (ra/sputnik.presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL