Sumber: kumparan.com

Jakarta, LiputanIslam.com— Harga ayam hidup di tingkat peternak mulai mengalami kenaikan menjelang bulan Ramahdan setelah sebelumnya anjlok. Tingkat konsumsi pada bulan tersebut biasanya meningkat sebesar 15-20 persen.

Saat ini, harga ayam berada di kisaran Rp 17 ribu. Sebelumnya, harga ayam sempat anjlok hingga Rp 10 ribu-Rp 11 ribu per kilogram (kg).  Harga ini jauh dari harga pada aturan Permendag No.96/2018 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen, yaitu Rp18.000/kg-20.000/kg.

“Kalau kemarin itu harga di tingkat peternak sekitar Rp 10 rb-Rp 11 ribu. Ini harga (Rp 17 ribu) sudah terjadi sejak kira-kira tiga hari lalu,” kata Sekretaris Jenderal Gabungan Asosiasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi, Minggu (7/4).

Sugeng mengatakan, meskipun mengalami kenaikan, harga ayam ditingkat peternak belum mampu menutupi biaya produksi. Artinya, peternak masih mengalami kerugian.

Dia menyebutkan, harga pokok produksi (HPP) ayam boiler mandiri saat ini berkisar Rp 19.500-Rp 20 ribu per kg. Jadi, dengan harga jual sebesar Rp 17 ribu, peternak masih rugi sekitar Rp 1.300- Rp 2.000 per kg.

Dia menambahkan, kenaikan ini belum terjadi secara merata di seluruh daerah.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, untuk menstabilkan anjloknya harga ayam ini, ritel akan memaksimalkan penyerapan ayam milik peternak jelang bulan Ramadhan.

“Kami sudah lakukan penyerapan kira-kira 10 hari terakhir ini,” ujarnya. (sh/republika)

 

 

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*