Yerusalem, LiputanIslam.com—Militer Israel mengumumkan akan menggandakan jumlah pasukan di sekitar Jalur Gaza dan di kawasan pendudukan Tepi Barat menjelang acara pembukaan kedubes AS yang baru di Yerusalem al-Quds.

Seorang juru bicara militer Israel pada Sabtu (12/5/18) mengatakan bahwa mereka akan mengerahkan tiga brigade infanteri tambahan. Dua mengelilingi Jalur Gaza dan satu di Tepi Barat.

Sementara itu, jumlah tentara di Yerusalem tidak akan ditambah, karena aksi-aksi demo yang akan terjadi di kota itu akan diamankan oleh polisi.

Presiden AS Donald Trump sendiri telah menyatakan tidak akan mengikuti upacara pembukaan kedubes, namun ia akan mengirim anaknya Ivanka dan menantunya Jared Kushner.

Di hari pemindahan kedubes AS, ratusan ribu warga Palestina diperkirakan akan berdemo di perbatasan Jalur Gaza. Demo ini akan bertepatan di peringatan 70 tahun Hari Nakba (Hari Malapetaka), di mana negara Israel didirikan pada 1948.

Demo yang dimulai sejak 30 Maret itu telah menewaskan setidaknya 52 warga Palestina tak bersenjata oleh tentara Israel.

Diplomat dari banyak negara telah menolak undangan resepsi pembukaan kedubes ini untuk menunjukkan kemarahan kepada Presiden Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Koran Israel, Haaretz, melaporkan bahwa hanya 30 dari 86 diplomat luar negeri yang bekerja di Israel yang menerima undangan pada hari Minggu itu. (ra/presstv)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*