Tehran, LiputanIslam.com—Aksi demo memprotes pemerintah yang berlangsung di Iran sejak hari Kamis 28/12/17) merenggut nyawa 2 orang, namun bukan oleh peluru aparat. Demikian dinyatakan seorang pejabat Iran pada Minggu (31/12/17), seperti dikutip oleh Press TV.

Pejabat hubungan politik dan keamanan Provinsi Lorestan, Habibollah Khojastepour, menyatakan, dalam demonstrasi di kota Dorood, peserta aksi bentrok dengan polisi.

“Selama bentrokan, tidak ada peluru yang ditembakkan oleh militer [Iran], dan pasukan keamanan kepada demonstran,” kata Khojastepour.

Khojastepour lebih jauh lagi menuding kelompok takfiri dan badan intelijen asing sebagai dalang di balik bentrokan berdarah ini. Di antara para pendemo juga ditemukan senjata api.

“Dalam bentrokan ini, tujuan kami adalah untuk menghentikan demonstrasi secara damai, namun akibat kehadiran kelompok takfiri dan anasir badan intelijen asing, dua orang tewas,” katanya.

AS dan Arab Saudi Telah Memanfaatkan Aksi Demo

Rezim Arab Saudi, yang disokong oleh AS, telah mencoba mengambil keuntungan dari unjuk rasa ini, yaitu untuk mencapai tujuan politik dan memicu kekacauan. Demikian pernyataan dari mantan juru bicara luar negeri Iran, Hamid Reza Asefi.

Asefi menuturkan hal ini dalam wawancara dengan Tasnim pada Sabtu (30/12/17)..

“Pemerintah Saudi dan Amerika berniat mengubah tuntutan ekonomi rakyat (Iran) menjadi ketegangan dan kekacauan dan mengambil keuntungan politik dari situasi tersebut,” katanya.

Ia menjelaskan aksi demo di sejumlah kota Iran adalah bentuk kebebasan berekspresi di negara itu. Sejumlah media oposisi pemerintah Iran pun telah mengonfirmasikan bahwa aksi ini bertujuan untuk memprotes masalah ekonomi. Namun demikian media mainstream memberitakan bahwa aksi demo ini bertujuan untuk ‘mengganti rezim’. (ra)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*