menlu-iran-muhammad-javad-zarifJakarta, LiputanIslam.com—Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, menegaskan berita tertangkapnya kapal yang membawa rudal dari Iran ke Gaza adalah berita bohong.

Pernyataan itu disampaikan Zarif dalam audiensi dengan para diplomat Indonesia dan negara-negara sahabat di forum ICWA (Indonesian Council of World Affais) di Jakarta, Jumat (7/2). Menurut Zarif, laporan tentang adanya kapal itu disampaikan bertepatan dengan pidato Netanyahu di AIPAC (organisasi lobby Zionis terbesar di AS), sehingga memperlihatkan sebuah kebetulan yang disengaja.

Sebagaimana diberitakan oleh berbagai media, dalam konferensi AIPAC di Washington, Netanyahu berpidato, “Ketika Iran berbicara dengan negara-negara kuat dunia dengan senyum dan memberikan kenyamanan, Iran juga mengirimkan senjata mematikan kepada organisasi teroris melalui jaringan rahasianya di dunia, yang bertujuan untuk mengirim roket, misil, dan senjata-senjata mematikan lainnya untuk menghancurkan rakyat sipil.”

“Inilah Iran yang asli, dan negara ini tidak boleh dibiarkan menguasai senjata nuklir. Kami akan terus melakukan apa saja untuk melindungi rakyat Israel,” lanjut Netanyahu.

Sebagaimana dikutip CS Monitor, pihak Israel mengklaim bahwa kapal yang ditangkap di Laut Merah itu membawa senjata dari Iran melewati Suriah, dengan tujuan ke Sudan, untuk kemudian senjata-senjata yang ada di dalamnya akan diselundupkan ke Gaza melalui Mesir, lewat Sinai.

‘Rumit’-nya jalur pengiriman senjata sebagaimana diklaim Israel ini juga diulangi Zarif sambil tertawa. “Israel seperti biasa telah melakukan kebohongan besar. Namun kebohongannya kali ini sangat rapuh. Mereka sebelumnya lebih bagus [kebohongannya],” kata Zarif, diiringi tawa para hadirin.

Javad Zarif berada di Indonesia untuk kunjungan kenegaraan selama dua hari. Dalam pertemuan antara Menlu Iran dan Menlu Indonesia, Marty Natalegawa, keduanya sepakat bahwa Indonesia dan Iran perlu bekerja sama memerangi ekstrimisme yang kini tengah merebak di dunia Muslim. Kedua negara juga akan bekerja sama mempromosikan sikap-sikap moderat, karena kedua negara selama ini berhasil menampilkan harmoni antara demokrasi, Islam, dan modernitas. (by/csmonitor/okezone)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*