pendetan ugandaMexico City, LiputanIslam.com — Tim ahli forensik Mexico berhasil mengidentifikasi jasad pendeta Katholik Uganda yang hilang di antara jasad-jasad yang ditemukan di sebuah kuburan massal di dekat kota Ocotitlan, bulan lalu.

Pendeta John Ssenyondo menghilang setelah diculik orang-orang tak dikenal di negara bagian Guerrero enam bulan lalu. Kuburan massal yang berisi jenasah pendeta Ssenyondo ditemukan oleh polisi yang mencari 43 pelajar keguruan yang hilang sejak tanggal 26 September lalu di Iguala, Guerrero.

Uji DNA yang dilakukan terhadap jasad-jasad tersebut menunjukkan identitas Pendeta Ssenyondo’s, yang telah berada di Mexico selama 5 tahun. Demikian dilaporkan oleh BBC News, Sabtu (15/11). Ia diculik pada tanggal 30 April oleh sekelompok orang bersenjata yang memblokir jalanan dan memaksanya masuk mobil mereka.

Selain uji DNA, identitasnya juga ditentukan berdasarkan oleh catatan gigi.

“Anda tahu aksi-aksi kekerasan meluas di seluruh negara bagian Guerrero. Kami masih belum mengetahui motifnya (penculikan dan pembunuhan),” kata Victor Aguilar, pejabat kepolisian setempat.

Pada hari Kamis (13/11) para orang tua 43 pelajar yang hilang memulai tour keliling negeri dengan bus, untuk mendesak penyelidikan yang lebih serius oleh pemerintah atas kasus yang menimpa anak-anak mereka.

Tour dimulai di kota Ayotzinapa, dekat kota Iguala, tempat dimana sekolah keguruan asal para pelajar itu.

Pada tanggal 26 September 43 pelajar sekolah keguruan ditangkap oleh polisi kota Iguala, negara bagian Guerrero, setelah terlibat aksi demonstrasi. Mereka selanjutnya diserahkan kepada anggota gangster lokal Aguerros Unidos yang mengeksekusi mereka dan membakar jasad para pelajar itu sebelum membuangnya ke sebuah sungai.

Pada hari Rabu (12/11) warga yang marah atas aksi biadab yang melibatkan aparat pemerintah dan organisasi kriminal itu membakar gedung legislatif negara bagian Guerrero.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL