kamalabardijurangJakarta, LiputanIslam.com — Biaya pengobatan dua korban luka serius akibat anjloknya KA Malabar jurusan Bandung-Malang, Jumat (4/4) ditanggung oleh Jasa Raharja. Maksimal biaya yang ditanggung mencapai Rp 10 juta.

“Ya, yang luka dapat jaminan rumah sakit untuk dibiayai oleh Jasa Raharja dengan maksimal Rp 10 juta,” tutur Kepala Cabang Jasa Raharja Jabar Edy Supriadi saat dihubungi media, Sabtu (5/4).

Edy mengaku belum mengetahui secara pasti jenis luka yang diderita korban. Begitu dievakuasi, keduanya langsung dirujuk ke Puskesmas Ciawi lalu ke RS Santosa Bandung.

“Kalau sampai dirujuk gitu saya yakin pasti parah banget lukanya. Tapi sampai sekarang saya belum megang data,” imbuhnya.

Dua orang yang mengalami luka berat itu sebagai berikut:

1. Anggita Sitompul (25) asal Purwakarta, Jawa Barat dievakuasi ke Puskemas Ciawi dirujuk ke RS Santosa Bandung
2. Bagus Yusep Triwiba (36) asal belum diketahui dievakuasi ke Puskemas Ciawi dirujuk ke RS Santosa Bandung

Sementara itu, tiga korban meninggal juga akan menerima santunan. “Berdasarkan UUD No 33 Tahun 1964 tentang korban meninggal dunia, maka ahli warisnya akan diberikan santunan Rp 25 juta,” jelas Edy.

 

Evakuasi Terkendala Tanah Labil

Sementara itu tim evakuasi dari PT KAI masih berupaya mengevakuasi gerbong KA Malabar yang anjlok dan terperosok ke jurang di Tasikmalaya, Jawa Barat. Kondisi tanah yang labil dan basah akibat hujan kemarin sore menyulitkan proses evakuasi gerbong.

“Belum (ada gerbong yang berhasil dievakuasi). Itu kan tanahnya longsoran. Jadi harus diperkuat dulu kuda-kudanya supaya bisa dipijaki alat berat,” ujar Kahumas PT KAI Sugeng Triono kepada media, Sabtu (5/4).

Sugeng mengatakan, upaya evakuasi gerbong hingga pagi ini masih berlangsung. Alat berat yang didatangkan dari Jakarta, Cirebon, Purwokerto, dan Purwakarta sudah tiba di lokasi. Namun alat-alat berat itu belum bisa digunakan lantaran kondisi tanah yang labil.

Sejumlah alat berat untuk mengevakuasi gerbong yang telah tiba di antaranya alat crane dari Cirebon, gerbong penolong berisi dongkrak manual dan balok dari Purwokerto, alat Kirow semacam crane dari Purwakarta, dan dari Jakarta dikirimkan Togi roda. Sugeng juga menjelaskan area yang longsor sepanjang 25 meter dengan kedalaman longsor 10 meter.

“Sekarang kita berusaha evakuasi gerbong dulu. Setelah itu baru normalisasi jalur,” jelasnya.

KA Malabar dengan 10 rangkaian ini bergerak dari Bandung menuju Malang pada pukul 15.30 WIB, Jumat (4/4). Cuaca saat itu sedang turun hujan. Akibatnya, tanah di KM 244 antara Ciawi dan Cirahayu mengalami longsor saat kereta melintas. 3 Gerbong termasuk lokomotif terperosok ke dalam jurang.

Akibat kecelakaan ini, 5 penumpang dikabarkan tewas, 2 luka berat dan 35 lainnya luka ringan.(ca/detiknews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL