foto:Republika

foto:Republika

Jakarta,LiputanIslam.com–Masa tenang adalah hari-hari tanpa kampanye menjelang dilangsungkannya pemilu. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menghimbau kepada seluruh partai politik dan para calon anggota legislatifnya untuk tidak melakukan kampanye saat masa tenang.

“Kita berharap tidak ada yang melakukan kampanye lagi, dan jangan melakukan politik uang,” kata Komisioner Bawaslu, Nelson Simanjuntak.

“Kalau ada caleg yang kedapatan politik uang akan diproses. Bila nanti diputus di pengadilan terbukti memberikan uang dan terpilih, saat mau dilantik ya tidak bisa dilantik. Tapi, sejauh ini kita belum terima laporannya,” terang Nelson.

Selain itu, peluang pelanggaran masa tenang juga muncul dalam bentuk penyebaran SMS. Masyarakat banyak yang mengaku mendapat pesan singkat melalui berbagai operator yang isinya permintaan dukungan untuk caleg dari partai tertentu pada pemilu Rabu besok (9/4).

Selain menyebarkan pesan singkat, ada pula caleg atau pendukungnya yang melakukan kampanye dengan memasang status dukungan untuk caleg pada status BBM (BlackBerry messenger) mereka.

Cara ini dinilai cukup efektif karena bisa menuju banyak sasaran dengan cara yang sangat mudah dan cepat. Selain itu, cara ini dinilai akan sulit dibendung oleh Panwaslu sehingga makin banyak caleg yang memanfaatkannya.

Namun demikian, tindakan penyebaran sms ini sesungguhnya pelanggaran dan bisa terancam pidana. Hal ini  disampaikan Koordinator Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Panwaslu Kotim, Tohari, di Sampit, Senin (7/4).

“Jika ini dilakukan caleg dan partai politik, itu sudah termasuk tindak pidana pemilu,” tegas Tohari. (dw/okezone/vivanews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*