minyak indonesiaJakarta, LiputanIslam com — Indonesia ternyata masih sangat kaya dengan sumber minyak bumi dan tidak akan habis dalam waktu singakt. Demikian keterangan Rovicky Dwi Putrohari, Ketua Umum Ahli Geologi Indonesia (IAGI) kepada media.

Minyak bumi Indonesia selama ini dinyatakan semakin menipis. Padahal selama dekade 1970-an, Indonesia mampu memproduksi 1,6 juta barel minyak per hari (bph). Namun pada 2013 produksi (lifting) kita hanya 826.000 bph. Padahal kebutuhan nasional mencapai 1,3 juta bph.

Sejak 2005 Indonesia sudah berbalik menjadi net importir minyak. Penegasan bahwa nusantara miskin minyak memuncak pada tahun 2008, saat Indonesia keluar dari Organisasi Negara-Negara pengekspor Minyak (OPEC). Sejak itu Indonesia terus bergantung pada minyak impor. Tiap hari pemerintah pun harus merogoh $ 150 juta untuk mengimpor minyak dari negara lain.

Pemahaman yang menyatakan bahwa Indonesia negara yang miskin minyak itulah yang dibantah IAGI. Karena, menurut IAGI, Indonesia masih punya minyak berlimpah.

Cadangan minyak Indonesia, menurut Rovicky, memang tinggal 3 miliar barel. Namun negeri ini masih memiliki potensi cadangan minyak bumi baru.

“Minyak kita masih banyak. Daerah timur Indonesia saja masih sedikit yang dieksplorasi. Bahkan di wilayah barat pun, yang katanya sudah tidak ada minyak lagi, di sana masih banyak. Di Selat Malaka juga banyak,” ungkap Rovicky.

Kalau cadangan minyak kita banyak, kenapa harus mengimpor?

Rovicky menjelaskan, untuk mendapatkan sumur minyak baru, harus banyak dilakukan pemboran minyak. “Masalahnya sekarang ini yang ngebor minyak makin sedikit. Tadi dari data SKK Migas tahun ini rencananya mau ngebor 260 sumur. Sampai akhir semester-1 baru 33 sumur yang dibor. Masih sedikit sekali, bagaimana mau dapat banyak minyak?”

Selain minim kegiatan pemboran, cara membor juga menentukan berhasil atau tidaknya sumur minyak berproduksi. “Seperti di Papua Tangguh, sebelumnya sudah dibor oleh ConocoPhillips, Mobil Oil dan banyak lagi. Tapi, nggak dapat. Eh pas dibor sama BP (British Pteroleum) dapat banyak gas bumi. Di Cepu juga sama, sudah dibor sama banyak perusahaan, nggak dapat-dapat. Ternyata pas dibor lebih dalam sedikit, banyak minyaknya,” jelas Rovicky menutup pembicaraan.(ca/nefosnews)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL