jaksa argentinaBuenos Aires, LiputanIslam.com — Seorang jaksa Argentina menolak tuduhah bahwa Presiden Cristina Fernandez de Kirchner berusaha menutup-nutupi peran Iran dalam pemboman pusat kebudayaan yahudi AMIA tahun 1994.

Jaksa Federal Daniel Rafecas mengatakan, tidak ada bukti sama sekali untuk membenarkan penyelidikan atas tuduhan tersebut. Demikian kantor berita Iran Press TV melaporkan, Kamis petang (26/2).

“Dokumen-dokumen tentang Presiden Kirchner tidak memiliki syarat minimal untuk dilakukannya penyelidikan resmi,” katanya kepada wartawan.

Tuduhan terhadap Kirchner tersebut muncul dari penyelidikan oleh Jaksa Federal Alberto Nisman yang memimpin penyidikan atas pemboman AMIA di Buenos Aires yang menewaskan 85 orang. Nisman sendiri ditemukan tewas di apartemennya pada tanggal 18 Januari lalu, sehari sebelum memberikan keterangan di hadapan parlemen tentang penyelidikannya.

Dalam dokumen-dokumen penyidikan itu ditemukan tuduhan bahwa sejumlah pejabat tinggi, termasuk Presiden dan Menlu Héctor Timerman serta anggota parlemen Andrés “Cuervo” Larroqu berusaha menutup-nutupi peran Iran dalam pemboman tersebut demi mendapatkan minyak murah dari Iran.

Presiden Argentina telah berulangkali membantah tuduhan itu dan menuduh tuduhan terhadapnya sebagai tidak berdasar dan absurd.

“Langkah nyata melawan pemerintah adalah kematian jaksa tersebut (Nisman). Mereka memanfaatkannya saat hidup dan kemudian membunuhnya. Ini adalah sangat menyedihkan dan mengerikan,” kata Kirchner kepada Buenos Aires Herald, Minggu (22/2).

Kirchner menuduh atasan Nisman, Direktur Operasi badan inteligen Argentina (SI), Antonio Stiuso, telah merecoki Nisman dengan tuduhan terhadap dirinya. Stiuso pulalah yang dituduh Kirchner sebagai pembunuh Nisman.

Pada hari Selasa (24/2) Oscar Parilli, yang ditunjuk sebagai Direktur SI pada Desember tahun lalu balik menuduh Stiuso dan kelompoknya telah membeli peralatan-peralatan buatan luar negeri secara ilegal antara tahun 2013 dan 2014. Parrilli mengatakan kelompok itu telah menyalahgunakan kewenangan SI untuk kepentingan pribadi, tanpa pemberitahukan badan kepabeanan serta tanpa membayar pajak.

Pada hari Kamis (26/2), parlemen Argentina mendukung usulan Presiden Cristina Fernandez de Kirchner untuk membubarkan badan inteligen negara itu yang dianggap ‘korup’ dan menggantinya dengan lembaga baru yang lebih baik.

Dengan suara 131 melawan 71, parlemen Argentina menyetujui usulan Presiden De Kirchner untuk membubarkan Secretariat of Intelligence (SI) dan menggantinya dengan lembaga inteligen baru bernama Federal Intelligence Agency. Demikian seperti dilansir Press TV, Kamis (26/2).

Sejumlah pengamat inteligen menuduh pemboman pusat kebudayaan Israel di Buenos Aires adalah sebuah operasi ‘bendera palsu’ yang dilakukan dinas inteligen Israel dan unsur-unsur inteligen Argentina sendiri untuk mendiskreditkan Iran sebagai pelaku pemboman.(ca)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL