Katakan tidak pada narkobaJakarta, LiputanIslam.com – Jaksa Agung HM Prasetyo menyatakan bahwa eksekusi mati atas pelaku kejahatan narkotika akan terus dilakukan, kendati Indonesia dikecam oleh Belanda dan Brasil. Duta besar kedua negara ini angkat kaki lantaran dua warga negaranya dieksekusi mati. Lalu Australia, juga mengancam akan menarik duta besarnya dari Indonesia jika kedua warganya tetap dieksekusi. Di lain sisi, para aktivis hak asasi manusia (HAM) juga turut mengkritik keputusan ini.

“Kami tidak akan surut. Eksekusi mati itu hukum positif yang berlaku di Indonesia,” tegas Prasetyo, seperti dilansir tribunnews.com, 20 Januari 2015.

Prasetyo meminta semua pihak termasuk negara lain menghormati hukum yang berlaku di Indonesia, sama seperti Indonesia menghormati hukum yang ada di negara lain.

“Itulah etika pergaulan internasional. Pastinya kita tidak mau melihat narkotika makin merajalela. Salahnya sendiri melakukan kejahatan narkotika di sini. Iya kan?” tambah Prasetyo.

Jokowi: Indonesia Sehat, Indonesia Bebas Narkoba

Presiden Joko Widodo, melalui akun Facebook-nya menyatakan bahwa perang terhadap narkoba tidak boleh dilakukan setengah-setengah.

“Narkoba benar-benar sudah merusak kehidupan baik kehidupan penggunanya maupun kehidupan keluarga pengguna narkoba,” tulisnya.

“Tak ada kebahagiaan hidup yang didapat dari menyalahgunakan narkoba. Negara harus hadir dan langsung bertempur melawan sindikat Narkoba. Indonesia sehat, Indonesia tanpa narkoba,” tutup dia.

Seperti diketahui, Indonesia saat ini bukan lagi sebagai tempat transit sindikat narkoba internasional, melainkan sudah menjadi pasar yang menggiurkan.

Beberapa waktu yang lalu, Badan Narkotika Nasional berhasil membongkar kasus penyelundupan narkoba (jenis sabu) terbesar se-Asia Tenggara, yang jumlahnya lebih dari 800 kg. Kepala BNN Komisaris Jenderal Anang Iskandar menggambarkan, seandainya sabu itu beredar, sedikitnya 3,2 juta orang akan teracuni, yang berujung pada suramnya masa depan mereka.

Meski sudah berulang kali aparat penegak hukum menangkap bandar dan menyita barang bukti, kasus kejahatan narkoba di Indonesia tak juga berhenti. Bandar-bandar narkoba terus merajalela, dan tidak peduli berapa banyak anak muda Indonesia kehilangan masa depan dan mati sia-sia akibat barang haram yang mereka perdagangkan. Dilaporkan, sedikitnya ada 50 warga Indonesia meninggal dunia setiap hari karena narkoba. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*