Jaksa Agung M Prasetyo

Jaksa Agung HM Prasetyo

Jakarta, LiputanIslam.com — Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan akan mengeksekusi enam terpidana mati pada Minggu, 18 Januari 2015. Keenamnya divonis bersalah atas kasus narkoba, dan akan dieksekusi di dua kota yaitu Nusa Kambangan dan Boyolali.

“Lima orang akan dieksekusi di Nusa Kambangan, sementara satu orang akan dieksekusi di Boyolali,” ujar Jaksa Agung M. Prasetyo saat konferensi pers, pada hari Kamis, seperti dilansir thejakartapost.com, 15 Januari 2015.

Prasetyo menjelaskan bahwa narapidana berasal dari Malawi, Brasil, Nigeria, Vietnam,  Belanda dan Cianjur, Jawa Barat. Mereka telah diberitahu sehari sebelumnya, bahwa mereka akan segera dieksekusi. Begitu pula halnya dengan keluarga narapidana.

“Kami telah menyampaikan kepada narapidana, sehingga mereka bisa menyiapkan mental dan menyampaikan pesan terakhir,” jelas Prasetyo.

Seperti diketahui, seluruh narapidana ini telah mengajukan grasi tetapi ditolak oleh Presiden Joko Widodo pada akhir Desember lalu.

“Kami telah menyiapkan regu tembak, pendeta dan dokter. Eksekusi akan dilakukan secara simultan tanpa bergiliran,” lanjut dia.

Ia menambahkan, setiap regu eksekutor terdiri dari tujuh orang yang terdiri dari eksekutor yang merupakan tim regu tembak dari satuan Brimob. Sedangkan tenaga kesehatan serta rohaniwan disiapkkan bagi para penembak yang akan menjadi eksekutor, karena kemungkinan mereka akan mengalami tekanan kejiwaan sebelum dan setelah melakukan eksekusi terhadap para terpidana mati.

Berikut ini adalah 6 terpidana mati yang akan dieksekusi:

1. Marco Archer Cardoso Moreira (WN Brazil)
2. Rani Andriani alias Melisa Aprilia (WNI)
3. Tran Thi Bich Hanh (WN Vietnam)
4. Namaona Denis (WN Malawi)
5. Daniel Enemuo alias Diarrassouba Mamadou (WN Nigeria)
6. Ang Kiem Soei alias Kim Ho alias Ance Tahir alias Tommi Wijaya (WNI).

Kejaksaan menambahkan bahwa enam orang ini adalah eksekusi tahap pertama yang dilakukan pemerintah. Setelahnya, eksekusi masih akan tetap dilakukan, dan Kejaksaan memprioritaskan narapidana atas kejahatan narkoba.

Berdasarkan data BNN, diperkirakan jumlah pengguna narkotika di Indonesia tahun 2015 mencapai 5,1 juta orang. Kemudian, berdasarkan data tahun 2007, pengguna narkoba pada kalangan pelajar SD mencapai 4.138. Jumlah ini meningkat pada 2011 mencapai 5.087 pelajar SD. Sedangkan jumlah tersangka kasus narkoba terbanyak berasal dari mereka yang berumur 30 tahun ke atas.

Lebih lanjut BNN menyebutkan, kerugian yang diderita negara akibat narkoba mencapai 48 triliun rupiah. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*